0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Din Minimi Menyerah Tanpa Perlawanan

merdeka.com
penjemputan kelompok bersenjata. (merdeka.com)

Timlo.net – Pimpinan kelompok bersenjata di Aceh, Nurdin Ismail alias Din Minimi, menyerah tanpa perlawanan. Din Minimi dan anak buahnya langsung dijemput dari tempat persembunyiannya oleh Kepala BIN Sutiyoso dengan pengawalan ketat dari Brimob dan TNI.

Turut hadir yaitu Deputi II BIN Mayjen TNI Thamrin, Direktur 23 Brigjen TNI Zulfazdi Juni dan Juha Christensen perwakilan dari Aceh Monitoring Mission (AMM).

“Ya benar ini sudah bersama saya tadi cuma dikembalikan ke orangtua masing-masing,” ujar Kepala BIN, Sutiyoso, Selasa (29/12).

Nama Din Minimi atau Nurdin bin Ismail Amat Alias Nurdin Abu Minimi mungkin masih asing bagi telinga masyarakat Indonesia. Namun, di Aceh nama Din Minimi sangatlah santer.

Din Minimi merupakan ketua kelompok bersenjata yang disebut kerap membuat kekacauan dan melawan pemerintah. Menurut berbagai sumber, mereka adalah kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Keberadaan mereka pun paling dicari. Bahkan Din Minimi diburu dalam keadaan hidup atau mati.

Din Minimi dilahirkan di Desa Keude Buloh, Kecamatan Julok, Aceh Timur, dari pasangan Ismail-Sapiah. Dia bergabung dengan GAM sejak Tahun 1997 di bawah pimpinan almarhum Tgk Kaha. Nurdin anak sulung empat bersaudara. Nasib membuat mereka berempat menjadi anggota GAM, masa konflik lalu.

Adiknya bernama Hamdani alias Sitong, tewas dalam pertempuran antara GAM dengan aparat tahun 2004. Adik ketiganya, Mak Isa alias si Bukrak, hilang sejak konflik, dan hingga kini tidak diketahui hidup atau mati. Dan terakhir adik bungsunya, Azhar, kini pengangguran dan berdomisili di Aceh Timur.

[eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge