0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Soal Isu Reshuffle, Jokowi Pandai Mainkan Bidak Catur?

dok.merdeka.com
Jokowi dan JK (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai partai yang baru saja merapatkan diri ke pemerintah disebut-sebut mendapatkan dua jatah menteri. Terkait itu, Direktur Eksekutif Lingkar Mardani, Ray Rangkuti mengatakan, sebagaimana reshuffle sebelumnya, kemungkinan masuknya PAN dan mendapat jatah menteri merupakan strategi politik Presiden Jokowi agar tidak dikendalikan oleh partai tertentu.

“Ya reshuffle untuk menjaga stabilitas kabinet itu perlu. Dia memasukkan PAN supaya partai yang ada di dalam kabinet tidak dominan. Dia bisa mainkan bidak catur. Dalam kerangka politik dia bisa punya pilihan,” kata Ray, Selasa (29/12).

Menurut dia, dengan masuknya PAN dalam kabinet kerja nantinya, Presiden Jokowi secara politik sangat diuntungkan. Kendali dan struktur kerja kabinet sepenuhnya ada di tangan mantan gubernur DKI Jakarta itu.

“Makin banyak orang masuk dalam struktur politik maka makin banyak dia memainkan bidak,” tegas Ray.

Tak hanya itu, Ray mengatakan, pergantian menteri jilid bisa efektif sebagaimana pergantian sebelumnya oleh Presiden Jokowi. Munculnya kasus freeport, dan sebagainya adalah bukti efektifnya reshuffle.

“Saya pikir dia belajar dari pengalaman pertama, ada perubahan peta politik. Ada partai lain masuk. Efektivitas pergantian itu udah terasa di mana adanya berseberangan pendapat yang hasilnya efektif. Kan mereka saling koreksi, misalnya kasus freeport kemarin,” jelas dia.

[ren]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge