0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tahun Baru, Masyarakat Diimbau Tirakatan di Kampung

Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti (dok.timlo.net/red)

Solo — Perayaan Tahun Baru 2016 diharapkan tidak sekadar diisi dengan pesta pora dan keluar di jalanan. Masyarakat dihimbau menggelar tirakatan di kampung masing-masing sebagai bentuk doa menyambut tahun baru.

“Saya berharap tradisi di malam perayaan Kemerdekaan 17 Agustus seperti tirakatan, doa bersama dan panggung di kampung-kampung bisa diterapkan di malam tahun baru,” kata Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti kepada wartawan, Selasa (29/12) di gedung dewan.

Menurut Hartanti, tirakatan di masing-masing kampung sebagai bentuk doa agar tahun depan bisa lebih baik lagi. Di sisi lain, dengan menggelar kegiatan di masing-masing kampung, potensi kemacetan di jalan saat malam Tahun Baru juga bisa dikurangi.

“Kalau di kampung ada kegiatan, tentu masyarakat akan lebih mementingkan acara di kampung. Daripada keluar juga kena macet dimana-mana,” ujar dia.

Terkait pelaksanaan Car Free Night (CFN) yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Hartanti menilai hal itu harus dipertahankan. Akan tetapi, selama ini CFN lebih banyak diminati masyarakat di luar Solo seperti Klaten, Karanganyar, Sragen dan kabupaten lain di sekitar Solo.

“Even di CFN kan hanya untuk mendatangkan wisata di Solo. Kalau untuk lingkungan kita agar lebih bermakna ya dengan tirakatan di kampung masing-masing,” jelas dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge