0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ketekunan Mengantar Indra ke Kesuksesan

dok.timlo.net/setyo pujis
Indra Ardiyanto (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Sukses dalam karir, pendidikan dan keluarga adalah impian semua orang. Namun capaian itu nampaknya belum cukup bagi sebagian orang.

Salah satunya adalah Indra Ardiyanto. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur ini meskipun sudah menduduki jabatan strategis di perusahaan telekomunikasi terkemuka, XL Axiata sebagai Manager Management Service Central Region, namun karena keinginannya untuk terus belajar menjadikanya tidak segera berpuas diri.

Saat dikunjungi Timlo.net, di kantor barunya kemarin, dia sempatkan berbagi cerita tentang pengalaman hidup yang membuatnya menjadi pribadi seperti sekarang ini.

Setelah lulus studi Strata Satu (S1) jurusan Tehnik Sipil di Institute Teknologi Nasional (ITN) Malang pada 1999, Indra memutuskan untuk bergabung di XL. Karena latar belakang disiplin ilmunya sebagai seorang insinyur, ia dipercaya untuk membantu sebagai staff project engineer. Hampir sekitar 4 tahun 11 bulan ia menikmati posisi tersebut, hingga akhirnya saat perusahaan melakukan ekspansi usaha dan membentuk ritel diberbagai daerah di tanah air, ia dipercaya perusahaan dan ditempatkan menjadi supervisor facilities management pada 2005.

Banyak suka duka yang dialami saat menekuni pekerjaan. Meskipun posisi yang ia terima bisa dikatakan jauh lebih baik dari sebelumnya, namun dengan fokus pekerjaan yang baru tersebut mengaharuskannya harus berjarak dengan keluarga. Dia sempat dipindahkan keberbagai kota, seperti Medan, Manado, Sumbawa besar hingga Kalimantan.

Semua itu, ia lalui dengan penuh rasa bangga dan bersyukur.Maklum saja karena sejak kecil cita-cita pekerjaan yang selalu diimpikan adalah traveling dan pariwisata. Karena hasil kerja keras dan ketekunannya tersebut tak lama berselang ia kembali dipromosikan untuk mengisi posisi baru pada 2008. Yaitu sebagai Senior Officer External Affairs.

Dalam posisi tersebut, salah satu tugasnya adalah berhubungan dengan awak media. Awalnya ia sempat mengaku bingung, karena disiplin ilmunya dulu tidak pernah diajarkan bagaimana caranya menggelar prescon dan membuat rilis berita yang baik.

“Dari situ saya mulai tertantang mendalami ilmu komunikasi. Kalau orang lain bisa kenapa saya tidak,” ujarnya, Namun karena kegigihan serta semangat pantang menyerah yang dimiliki, akhirnya ia berkesempatan untuk melanjutan pendidikan Strata Dua (S2) di Universitas Padjajaran Bandung pada 2009. Sesuai tugas pokok dan fungsinya diperusahaan, diambilah jurusan Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Public Relation.Bekerja dan kuliah menjadi rutinitasnya setiap hari. Hingga kemudian berhasil memboyong ijazah Magister pada tahun 2011 dengan predikat IPK cumlaude 3,85.

Tak hanya dalam dunia pendidikan yang berhasil ia raih, karir diperusahaan pun kian melesat dengan dipromosikan kembali jabatannya menjadi Manager Management Service Central Region. Dalam jabatanya tersebut tiga provinsi diampunya, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY. Segudang pengalaman dan keinginanya terus belajar, nampaknya tidak cukup sulit untuknya bisa menyesuaikan diri. Di jabatan barunya tersebut tidak hanya loyalitas yang dituntut melainkan juga multitalent.

Bagaimana tidak, di jabatanya yang baru itu seabrek tanggung jawab harus dikuasi dan dilakukan dengan baik. Mulai dari mengontrol dan merawat SDM, berhubungan dengan pemerintah, melaksanakan program CSR, berhubungan dengan media dan lain sebagainya. Namun semua itu ia jalani dengan penuh rasa tanggung jawab. Karena menurutnya pengalaman adalah guru terbaik yang tidak bisa diwariskan begitu saja oleh teori dalam buku.

Oleh karena itu sangat wajar jika saat ini beragam prestasi dan penghargaan berhasil diraihnya. Diantaranya adalah West Java Best Media Relation 2010, The Most Cooperative Telco Operator 2014, 5 Foto Terbaik kategori Netizen Konferensi Asia Afrika 2015 dan juga 1st Winner – Central Region Best Execution XL Future Leaders Batch 4 Roadshow 2015.

Meskipun saat ini ia harus berdomisili di Bandung dan keluarga tinggal di Jogjakarta, namun itu tidak lantas membuatnya larut dalam pekerjaan. Setiap akhir pekan meskipun sepadat apapun rutinitas selalu coba ia sempatkan untuk meluangkan waktu agar bisa berkumpul dengan keluarga.

“Istri dan anak saya saat ini tinggal di Yogyakarta. Karena istri berprofesi sebagai dokter di rumah sakit dan berstatus PNS sehingga mengharuskannya untuk tinggal di sana,” ungkapnya.

Meski karir, keluarga dan pendidikan sudah terbilang sukses, namun Indra masih terlihat sederhana dan tidak lantas berpuas diri dengan capaianya sekarang ini. Melanjutkan studi Strata Tiga (S3) menjadi salah satu cita-citanya yang masih perlu diupayakan. Karena selain sebagai praktisi ia sangat menginginkan untuk menjadi pengajar agar bisa berbagi pengalaman dan ilmu kepada sesama.

“Keinginan untuk terus belajar menjadikan pendidikan sangat penting dalam hidup saya. Karena bekal dan dasar manusia adalah pendidikan,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge