0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Reklame Liar Marak di Colomadu

dok.timlo.net/nanang rahadian
Penertiban reklame liar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar —  Semakin maraknya reklame liar di kawasan Colomadu, Karanganyar membuat pemandangan tak sedap setiap kali melintas kawasan tersebut. Tidak hanya di jalur hijau, tiang listrik maupun telpon bahkan batang-batang pohon juga dipake untuk menempelkan iklan tak berijin tersebut.

“Kawasan Colomadu memang paling marak reklame liar, mungkin karena wilayahnya strategis,” kata Kasi Ketentraman Ketertiban Masyarakat (Trantibmas) Kantor Satpol PP dan Linmas Karanganyar, Joko Purwanto, Senin (28/12).

Joko menjelaskan, pemasangan reklame tidak berijin jelas-jelas melanggar Perda No 14/2006 tentang Izin Reklame dan Pengelolaan Titik Lokasi Reklame, maka Satpol PP memeretelinya mulai jenis spanduk, banner hingga baliho. Pemasangan dengan melintang di jalan dan dipaku di pohon dinilai pula tak beretika.

“Kami berusaha meminta pemasangnya mengurus izin. Silakan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan setempat atau langsung ke BPMPTSP (Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu),” kata Joko.

Dalam tiga kali penertiban bulan ini, lanjut Joko, Satpol PP menyita sedikitnya ratusan unit reklame liar. Jumlah ini belum seberapa jika dibanding reklame liar yang masih terpasang. Joko mengaku kewalahan melakukan eksekusi sendirian.

“Jumlah aparat Satpol PP kabupaten tidak banyak. Untuk itulah kami meminta pemilik usaha menyadari aturan pemasangan reklame,” katanya.

Camat Colomadu Yophie Eko Jatiwibowo tak memungkiri banyaknya reklame liar di sepanjang Jl Adi Soemarmo. Pemerintah Kecamatan berusaha memudahkan proses perizinan dengan mendekatkan pengurusan di kantor kecamatan tanpa perlu jauh-jauh ke kantor BPMPTSP di Karanganyar Kota.

“Perizinan dengan nilai usaha kurang dari Rp 50 juta dapat diurus ke kantor kecamatan. Termasuk pemasangan reklame,” katanya.

Ia mengklaim mulai banyak pengajuan masuk ke kantornya. Akan tetapi tetap saja reklame liar masih marak dipasang. Yophie menyoroti beberapa titik reklame liar yang dinilai sudah kelewatan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge