0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KDRT dan Perkosaan di Solo Masih Tinggi

dok.merdeka.com
(Ilustrasi) ABG korban pencabulan (dok.merdeka.com)

Solo — Tahun 2015 tercatat kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Solo masih tergolong tinggi. Hingga akhir Desember ini terdapat sebanyak 28 kasus. Disusul dengan kasus perkosaan/ persetubuhan sebanyak sembilan kasus.

“Total keseluruhan kasus yang kami tangani mencapai 66 kasus. Dua tertinggi adalah kasus KDRT dan Perkosaan,” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Solo, AKP Hastin Mahardjanti, Senin (28/12) siang.

Dijelaskan, sebagian besar kasus KDRT dipicu akibat faktor ekonomi dan orang ketiga. Kebanyakan korban dari KDRT adalah kaum hawa lantaran menjadi sasaran kekerasan suami. Meski begitu, di antara kasus KDRT yang ditangani banyak yang berakhir dengan perdamaian. Namun, juga ada yang berakhir dengan perceraian.

“Ada yang bisa didamaikan, tetapi ada yang cerai. Tergantung keputusan dua belah pihak,” jelasnya.

Disinggung usia terjadi KDRT, Kanit mengaku, rentan usia pasangan antara 20-40 tahun. Pihaknya menduga, menginjak usia tersebut banyak pasangan yang masih memiliki temperamen tinggi serta susah untuk mengendalikan diri mereka masing-masing.

Sementara, kasus persetubuhan atau perkosaan terdiri dari pasangan di bawah umur atau yang telah dewasa. Meski begitu, faktor terjadinya kasus ini dilatarbelakangi banyak sebab salah satunya adalah kurangnya pengetahuan seks dari masing-masing pasangan.

“Kalau persetubuhan banyak faktor yang melatarbelakangi,” jelas AKP Hastin.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge