0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Sragen, M Taufiq Yakin Gugatan Aman-To Ditolak MK

dok.timlo.net
Muhammad Taufiq, praktisi hukum (dok.timlo.net)

Sragen – Gugatan pasangan Agus Fatchurrahman-Djoko Suprapto (Aman-To) ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pelaksanaan Pilkada Sragen terkesan dipaksakan dan dinilai tidak berbobot. Sesuai ketentuan KPU, hasil Pilkada tersebut semestinya tidak bisa digugat, lantaran selisih suara antara pasangan Yuni-Dedy dengan Aman-To mencapai lebih dari 3 persen.

“Jika selisih suaranya lebih dari 1 persen, hasil Pilbup tidak bisa digugat. Selain itu, MK juga hanya menangani sengketa perselisihan terkait penghitungan suara, bukan proses pilbup seperti yang digugat pasangan Aman-To,” kata praktisi hukum, Muhammad Taufiq, belum lama ini.

M Taufiq mengatakan, sesuai UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, ada batasan selisih suara untuk menggugat hasil Pilkada ke MK. Mengacu pada UU tersebut, untuk Kabupaten Sragen dengan jumlah pemilih antara 500 ribu sampai 1 juta, mestinya batasan selisih suara yang bisa mengajukan gugatan maksimal  adalah 1 persen.

Bahkan M Taufiq meyakini, gugatan yang diajukan pasangan Aman-To tersebut bakal ditolak MK. Apalagi materi gugatan yang mencakup pelaksanaan Pilbup yang kurang kredibel dan penuh kecurangan. Mestinya itu cukup diselesaikan di tingkat Panwaslu dan Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) kabupaten.

Sementara Ketua KPU Sragen Ngatmin Abass mengatakan, seluruh tahapan Pilkada 2015 sudah dijalankan dengan baik dan benar. Mulai tahapan awal hingga proses pemungutan suara, semua sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Semua tahapan dikerjakan sesuai dengan aturan. Lantas apa yang akan digugat dari kami,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge