0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penembakan Papua, Effendi Simbolon Salahkan Kebijakan Pemerintah

merdeka.com
Effendi Simbolon (merdeka.com)

Timlo.net – Penembakan di Sinak, Papua merupakan ujung dari berbagai masalah yang kompleks. Salah satu penyebab masalahnya diklaim berawal dari pembebasan visa di Papua.

“Itu kan bebas visa itu kebijakan gombal pemerintah Jokowi. Alih-alih mau mencari devisa, devisa apa? Masak devisa 1.000 atau 2.000 dolar dengan mengorbankan negaramu. Itu kan gila. Negara mencari devisa dari pariwisata tapi dengan cara membebaskan visa. Pemerintah apa begitu? Negara ini dibangun dengan darah 350 tahun,” kata Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon, Senin (28/12).

Menurut Politikus PDIP ini, kericuhan berulang terjadi di Papua karena ada ketidaktegasan Presiden Jokowi. Sebab menurutnya Jokowi terlalu mementingkan lobi politik yang lunak.

“Saya sejak lama sudah mengingatkan bahwa konstelasi gerakan OPM di Papua itu kan tidak bisa kita kesampingkan. Kan ini nyata, mereka ada. Jadi saya kira pemerintah jangan kemudian ambivalen dalam penanganannya,” tuturnya.

Bagi Effendi seharusnya penanganan oleh pemerintah tak sembarangan. Dia berharap tak salah langkah lagi seperti penanganan kasus Timor Leste dan kasus GAM.

Effendi menuturkan bahwa langkah pertama yang dilakukan kelompok bersenjata di Papua ialah operasi militer yang sporadis. Yang kedua mereka melakukan gerakan politik dalam negeri. Kemudian mereka melakukan politik diplomasi internasional.

“Itu kan jelas mereka separatis.Ya harus tegas kita. Ini akan berulang terus sepanjang kita hanya menempatkan seolah-olah mereka hanya kriminal bersenjata saja,” jelas dia.

Sebelumnya, Polsek Sinak di Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (27/12) malam diserbu kelompok bersenjata. Akibat serangan tersebut, tiga orang anggota polisi tewas dan tujuh pucuk senjata api hilang.

[eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge