0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dana Pungutan BBM Diklaim Bukan Pungli

Dok. Timlo.net/Setyo
Antrean panjang di SPBU di Solo beberapa waktu lalu (Dok. Timlo.net/Setyo)

Timlo.net – Harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi berubah menjadi Rp 7.250 per liter untuk jenis Premium dan Rp 5.950 per liter untuk Solar. Harga tersebut sudah termasuk dana untuk memupuk ketahanan energi sebesar Rp 200 per liter Premium dan Rp 300 per liter Solar. Dengan demikian, harga keekonomian yang sebenarnya adalah Rp 6.950 per liter Premium dan Rp 5.650 per liter Solar.

Dana ketahanan energi tersebut kemudian menuai pertentangan dari masyarakat, bahkan ada yang menuding pemerintah melakukan ‘pungli’. Menteri PPN/ Kepala Bappenas Sofyan Djalil menegaskan pungutan dana ketahanan energi itu bukan ‘pungli’. Dana tersebut salah satunya akan digunakan pemerintah untuk membangun energi alternatif pengganti energi fosil.

“Enggak pungli lah,” kata Menteri Sofyan, Senin (28/12).

Selain itu, menurutnya, selama ini pemerintah selalu kesulitan menaikkan harga BBM saat harga minyak dunia melonjak. Maka dana ini akan menjadi tambalan terhadap fluktuasi harga minyak dunia.

“Jadi yang terjadi menurunkan mudah sekali, orang senang. Tapi begitu naik, jadi masalah. Jadi digunakan sebagai dana cadangan. Kalau naik, (nantinya) tidak akan naik serta merta, kalau turun tidak serta merta,” jelasnya.

Menteri Sofyan melanjutkan juga akan ada mekanisme pertanggungjawaban atas pengelolaan dana tersebut. Namun, bentuk pertanggungjawabannya masih dirumuskan.

“Bentuk pertanggungjawabannya sedang kita rumuskan. Yang penting akuntabilitasnya. Bahwa ditaruh di mana, dalam bentuk akun atau bikin BLU, kita akan lakukan segera,” ujarnya.

[bim]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge