0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tahun 2015, Belasan Warga Tewas Tenggelam

Tim SAR melakukan pencarian korban kalap di Bengawan Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Belasan orang tewas akibat tenggelam atau terseret arus selama musim penghujan tahun 2015 ini. Tewasnya korban lantaran faktor kelalaian hingga mengakibatkan korban tewas.

“Ada sekitar 11 kasus warga tewas tenggelam akibat faktor kelalaian,” terang Pejabat Humas Bakorlak Emergency Emergency Search And Rescue (SAR) Universitas Sebelas Maret (UNS), Novan Ary Nugroho saat dihubungi, Senin (28/12) siang.

Berdasarkan data Badan Bakorlak SAR UNS, lokasi kasus warga tewas akibat kalap terjadi di Sungai Bengawan Solo dan anak sungainya, serta Waduk Cenglik Boyolali. Jumlah kasus orang tewas di Waduk Cengklik Boyolali mencapai lima orang dan enam orang lainnya di Bengawan Solo dan anak sungainya.

“Sebagian dapat ditemukan, sebagian lagi hilang,” kata Novan.

Disinggung faktor susahnya menemukan korban tenggelam, Novan mengaku, banyak diantara jasad korban yang terseret arus atau tidak segera nampak dipermukaan. Meski begitu, lokasi korban kalap juga sangat menentukan hasil dari pencarian korban. Novan mencontohkan, jika korban tewas di Bengawan Solo dapat dipastikan jasad korban terseret arus air. Sedangkan, jika ditempat waduk atau sejenisnya lantaran suhu air tidak meningkat. Pasalnya, sinar matahari tertutup mendung.

“Kalau matahari tertutup mendung mengakibatkan suhu air tidak meningkat dan jasad tidak mau mengapung,” jelasnya.

Meski demikian, masa pencarian jenazah bisa diperpanjang maksimal 2×24 jam jika pihak keluarga menghendakinya. Namun permohonan pencarian itu harus atas sepengetahuan pengurus RT/RW.

“Jika sudah diperpanjang 2 x 24 jam, tetap nihil hasilnya, maka pencarian dihentikan. Ini standar operasional prosedur kami,” paparnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge