0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Narsen Afatara Guru Besar ke-2 FSRD UNS

Narsen Afatara (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS), Narsen Afatara akan dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Penciptaan Seni Rupa, di Kampus UNS, Solo, Selasa (29/12). Narsen tercatat sebagai Guru Besar ke-175 UNS.

“Guru Besar ke 2 FSRD UNS,” jelas Narsen dalam keterangan pers di Solo, Senin (28/12).

Narsen mengatakan, ia akan menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Abstraksi Biomorfis Sebagai Simbol Ketidakberdayaan Manusia (Seni Rupa Kontemporer Indonesia)”.

Ia menguraikan, secara sekilas pidato pengukuhannya kurang lebih bahwa kehidupan di alam makrokosmos terobsesi oleh berbagai subyek. Sementara itu, perupa memerlukan suatu kebijakan untuk menentukan pilihannya pada satu subyek sebagai penentu formulasi subyek matter dalam penciptaan karyanya.

Anggapan bahwa ada kenyataan yang bisa berdiri sendiri lepas dari subyek, adalah dianggap keliru. Segala sesuatu yang ada itu pada dasarnya bisa diketahui dan baru memperoleh ‘kepenuhan adanya’ kalau ada subyek yang mengetahui. Tidak ada obyek pengetahuan yang lepas dari ‘adanya subyek’ yang mengetahui.

“Obyek pada dirinya sendiri tidak ada karena sesuatu baru menjadi obyek kalau ada subyek,” jelasnya.

Dalam penciptaan karya, kata Narsen, depresi merupakan subyek yang diangkat dalam proses penciptaan, depresi merupakan energi kehidupan yang harus dimunculkan, dan karya seni merupakan medium yang efektif untuk membahasakan depresi ini ke dalam bentuk visual. Manusia hidup dengan sifat emosi serta psikologisnya yang menonjol tidak dapat dilepaskan dari konteks pengalaman hidup manusia dengan berbagai tantangan obyektifnya.

“Inilah problem dalam penciptaan karya seni,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge