0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

NIK, Nomor Unik Tapi Jangan Disepelekan

timlo.net/agung widodo
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Sragten, Wahyu Lwiyanto. (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Setiap warga wajib memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK ini adalah penting lantaran di dalamnya tercantum identitas dari pemiliknya. Karena itu NIK bisa dibilang nomor identitas yang bersifat unik, khas, tunggal dan melekat pada seseorang.

“NIK dicantumkan dalam setiap dokumen kependudukan dan dijadikan dasar penerbitan KTP, paspor, surat ijin mengemudi, untuk pembuatan NPWP, sertifikat hak atas tanah dan lainnya,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Sragen, Wahyu Lwiyanto.

Wahyu menjelaskan, NIK terdiri dari 16 digit. Kode penyusun NIK terdiri dari 2 digit awal merupakan kode provinsi, 2 digit setelahnya merupakan kode kota/kabupaten, 2 digit sesudahnya kode kecamatan, 6 digit selanjutnya merupakan tanggal lahir dalam format hhbbtt (untuk wanita tanggal ditambah 40), lalu 4 digit terakhir merupakan nomor urut yang dimulai dari 0001.

NIK selalu dicantumkan dalam KTP atau Kartu Keluarga (KK). Ini bertujuan untuk memudahkan pemerintah dalam melakukan pendataan penduduk. Karena itu pula tidak ada NIK yang sama di Indonesia. Sekalipun identitas seseorang sama, nama, tanggal lahir, tapi NIK-nya tetap berbeda.

Dikatakan Wahyu, NIK berlaku untuk seumur hidup, yang diberikan oleh pemerintah setelah dilakukan pencatatan biodata. NIK pertama kali diperkenalkan oleh Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan ketika Institusi Pemerintah ini mulai menerapkan sistem KTP nasional yang terkomputerisasi. Sedangkan untuk Kabupaten Sragen sendiri, pencatatan data dan pemberian NIK telah dilaksanakan sejak tahun 2011 lalu.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge