0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dampak Bentrok Lapas Kerobokan Bali, Rutan Solo Tingkatkan Kewaspadaan

Karutan Solo, Oga Geoffani Darmawan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pasca kerusuhan yang terjadi di Lapas Kerobokan Bali pada pertengahan bulan Desember lalu, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Solo makin meningkatkan kewaspadaan. Pihak Rutan tak menginginkan peristiwa yang terjadi hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa itu merembet hingga ke Kota Solo.

“Melalui instruksi Kemenkumham, kami senantiasi meningkatkan kewaspadaan supaya hal kecil yang mampu mematik reaksi para warga binaan tidak sampai meluap menjadi kemarahan dan berujung pada bentrokan,” jelas Karutan Solo, Oga Geoffani Darmawan saat berbincang dengan wartawan, baru-baru ini.

Dikatakan, peningkatan kewaspadaan diwujudkan dengan berlapisnya petugas piket. Jika sebelumnya hanya 2-3 orang saja, sekarang ditingkatkan menjadi 5 orang dengan sistem pengamanan 24 jam penuh. Disamping itu, pihaknya juga rutin melakukan pemeriksaan acak kesejumlah sel untuk mencari benda-benda berbahaya yang bisa digunakan sebagai senjata.

“Apa saja yang kami anggap berbahaya dan dimiliki tahanan atau narapidana kita amankan. Ini merupakan upaya mencegah terjadinya korban saat terjadi bentrok,” terang mantan Karutan Wonogiri tersebut.

Pihaknya, lanjut Karutan, juga mewaspadai terkait kunjungan besuk terhadap tahanan dan narapidana. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan mereka membawa barang maupun narkoba untuk diselundupkan kedalam Rutan secara sembunyi-sembunyi.

“Ini sering kali terjadi. Maka dari itu, kami mengetatkan penjagaan diberbagai lini untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan,” jelasnya.

Pihaknya berhara, supaya masyarakat yang hendak membesuk tidak melakukan upaya yang melanggar hukum. Disamping itu, warga binaan yang menjalani masa hukuman di Rutan Solo juga wajib mengikuti peraturan hingga masa hukuman yang ditetapkan selesai. Jika itu dipatuhi, maka pihak Rutan akan mempertimbangkan pemberian remisi sekaligus catatan positif selama menjalani masa tahanan.

“Pastinya sesuai perilaku, kalau baik ya cepat keluar. Tapi, kalau tidak yang mungkin bisa penuh masa tahanannya,” tegas Karutan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge