0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kekurangan Pendaftar Siswa Laki-Laki

timlo.net/eko prasetyo
Kursus gratis oleh Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) (timlo.net/eko prasetyo)

Solo – Kendati telah dibuka pendaftaran beberapa pekan, namun kursus bahasa Inggris yang dibuka secara gratis oleh Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Kedutaan Besar Amerika Serikat melalui English Access Microsholarship Program Indonesia 2016 – 2018, hingga saat ini kurang diminati siswa-siswa laki-laki.

“Dari 70 pendaftar ternyata hanya 10 pendaftar laki-laki. Padahal jumlah peserta laki-laki dan perempuan harus berimbang,” jelas Ketua Kantor Internasional UNS, M Taufik Al Makmun kepada Timlo.net di sela-sela mendampingi promosi English Access Microsholarship Program Indonesia 2016 – 2018 di Car Free Day (CFD) jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu (27/12).

Untuk dapat mengikuti kursus bahasa Inggris ini, menurut Taufik, memang ada persyaratan dan lolos seleksi. Diantaranya siswa kelas 1 SMA Negeri atau swasta, Madrasah Aliyah atau Pesantren, usia 15 – 17 tahun. Juga berasal dari keluarga kurang mampu, rata-rata nilai rapor minimal 7 dan bersedia mengikuti program selama dua tahun.

“Total yang diterima melalui seleksi sebanyak 40 orang, yakni 20 laki-laki dan 20 perempuan,” jelasnya.

Karena calon siswa laki-laki masih tercatat 10 orang, kata Taufik, calon siswa laki-laki masih kurang kekurangan banyak. Apalagi yang menjadi peserta juga harus diseleksi terlebih dahulu.

“Untuk itu, kami masih membuka kesempatan pendaftaran untuk beberapa hari ini,” ujarnya.

Taufik mengatakan, pelaksanaan kursus bahasa Inggris melalui program English Access Microsholarship Program Indonesia 2016 – 2018 menurut rencana akan dimulai pada bulan Februari 2016 mendatang.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge