0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Dia Waktu Berbahaya di Jalan Raya

dok.timlo.net/achmad khalik
Kasatlantas Polresta Solo, AKP Prayudha Widiatmoko (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Rata-rata, kecelakaan tertinggi tahun ini terjadi sekitar pukul 15.00 – 18.00 sore. Tercatat tahun 2015, dari 501 kasus kecelakaan 102 kecelakaan terjadi pada waktu-waktu tersebut hingga selepas Isya’. Sedangkan tahun sebelumnya tercatat, dari 503 kasus kecelakaan di Kota Solo, sedikitnya ada 109 kasus kecelakaan terjadi pada sore hari.

“Kecelakaan paling sering terjadi pada jam usai pulang kerja atau sekitar pukul 15.00 – 19.00 petang,” terang Kasatlantas Polresta Solo, AKP Prayudha Widiatmoko, saat berbincang dengan wartawan baru-baru ini.

Faktor penyebab terjadinya kecelakaan, kata Kasat, adalah banyaknya para pekerja secara bersama-sama bergegas pulang. Mereka yang berasal dari berbagai daerah itu lantas bertemu di jalan raya dan terjadilah kepadatan lalu lintas. Dari sinilah, gesekan atau senggolan sangat rentan terjadi lantaran kurangnya kehati-hatian.

“Pada jam-jam inilah, banyak pengendara yang tak sadar bahwa jalan yang mereka lewati itu sebenarnya ada hak orang lain juga. Mereka tergesa-gesa pulang sampai lupa hak bagi pengendara lainnya,” jelas Kasat.

Disamping itu, lanjut Kasat, tingginya kasus kecelakaan pada waktu petang atau selepas Maghrib hingga Isya’ disebabkan adanya perubahan cahaya dari terang menjadi gelap. Pada saat-saat inilah, kondisi jalan yang samar-samar ditambah pengendara yang kurang berhati-hati membuat angka kecelakaan cukup tinggi. Hal ini diperparah, dengan masih tingginya ego pengendara. Mereka lupa bahwa sebenar apapun posisi pengendara, namun jika masih mengedepankan egoisme, maka keselamatan adalah taruhannya.

“Prinsip keselamatan orang berkendaraan itu kan jangan mencari benarnya, tapi carilah amannya meski harus mengalah. Tak apa-apa mengalah, yang penting selamat,” paparnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Satlantas Polresta Solo, sepanjang tahun 2015 ini, sedikitnya 67 pengendara tewas sia-sia di jalan raya. Angka kematian itu hanya sebagian kecil dari 501 kasus kecelakaan lalu lintas, baik yang melibatkan pengendara roda dua maupun roda empat.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge