0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perajin Terompet Berharap Malam Tahun Baru Tidak Hujan

Pengrajin terompet menjajal hasil karyanya sebelum dijual (Putra K)

Sukoharjo – Para perajin terompet tahun baru berharap pada malam pergantian tahun nanti tidak turun hujan. Jika hujan, sudah bisa dipastikan bakal merugi.

“Untuk membuat terompet ini kita modalnya sudah lumayan besar, sekitar Rp 3 juta, kalau cuaca bersahabat dan dagangan laku bisa balik modal, tapi kalau hujan sudah pasti kita rugi. Inilah resiko yang kita tempuh,” kata salah satu pengrajin terompet, Giri, Sabtu (26/12).

Selain musim hujan sebagai kendala utama, persaingan dengan terompet buatan pabrik juga sedikit banyak dapat mengurangi omset pengrajin rumahan ini. Pasalnya, dengan modal dan tenaga seadanya, kemampuan mereka sudah bisa dipastikan kalah dengan pabrik yang bisa membuat secara massal dengan harga bisa lebih murah.

Sedangkan untuk para perajin terompet tahun baru ini jauh-jauh hari sudah mulai memproduksi terompet berbagai bentuk dan ukuran. Harga yang ditawarkan mulai, Rp 3 ribu hingga Rp 7 ribu per terompet sesuai dengan bentuk dan ukuran terompet.

“Selama ini kita hanya bergantung pada penjualan saat perayaan tahun baru saja. Selain itu kita bingung mau jual kemana, terus terang kita butuh bantuan pemerintah terkait masa depan kami sebagai perajin terompet rumahan,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge