0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ongen Minta Kasusnya Dihentikan

dok.timlo.net/red
Ilustrasi (dok.timlo.net/red)

Timlo.net – Pemilik akun @ypaonganan minta kepada Bareskrim untuk menghentikan perkaranya dengan menerbitkan Surat Perintah Penghentian Perkara (SP3). Tersangka pengunggah foto Presiden Jokowi dengan konten berbau pornografi, bernama lengkap Yulianus Paonganan alias Ongen ini menilai, kasus yang tengah melilitnya tidak memenuhi unsur pidana.

“Kami memohon kepada Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk mengeluarkan SP-3 atas nama tersangka Yulianus Paonganan,” kata kuasa hukum Ongen, Suhardi Somomoeljono, Sabtu (26/12).

Suhardi berharap Kapolri berkoordinasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait perkara yang dialimi kliennya. SP-3 atau penangguhan penahanan dilakukan karena saat ini Yulianus Paonganan telah menandatangani kontrak pembuatan pesawat tanpa awak (drone) dengan Kementerian Pertahanan.

“Tiga hari sebelum ditangkap klien kami telah meneken kontrak untuk pembuatan pembuatan pesawat tanpa awak,” kata Suhardi.

Suhardi menyarankan agar kasus yang menjerat kliennya terbuka, maka Kapolri bisa melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam RDP tersebut parlemen bisa meminta penjelasan dari kementerian pertahanan soal pesanan drone buatan Yulianus Paonganan.

Yulianus sambung Suhardi, merupakan akademi yang mendukung pemerintah di bidang kemaritiman yang akan membangkitkan industri pertahanan dalam negeri. Sehingga Yulianus menciptakan drone merk OS-Wifanus untuk memantau kelautan di Indonesia.

“Jadi tidak ada kebencian terhadap Presiden Jokowi. Sehingga kalau bicara motif yang dilakukan klien kami tidak akan ketemu,” tegas Suhardi.

Ia menilai, ditetapkannya Yulianus sebagai tersangka karena bermotif bisnis. Karena drone buatan kliennya pesaingnya dari seluruh dunia. Harga yang ditawarkannya juga kompetitif dengan kualitas yang handal.

“Saya menduga ada muatan bisnis. Makanya agar terbuka lebar DPR dan Kapolri untuk RDP. Korek keterangan terhadap orang-orang yang berkompeten,” jelas Suhardi.

Saat ini Badan Reserse Kriminal Polri telah menahan Yulianus Paonganan, pemilik akun @ypaonganan sebagai tersangka. Yulianus dijerat dengan undang-undang Pornografi dan undang-undang ITE terkait penyebaran konten pornografi.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge