0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menelusuri Gua Putri Kencana, Tempat Bertapa Brawijaya V

Tarmuji
Gua Putri Kencana (Tarmuji)

Wonogiri – Terletak di Desa Wonodadi Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, Gua Putri Kencana merupakan salah satu gua yang memiliki nuansa tersendiri. Selain Gua Putri Kencana, masih ada beberapa gua yang terdapat disekitaran bentang alam kawasan Karst atau kerap disapa  Museum Karst Dunia (MKD).

Gua sendiri menjadi salah satu ciri khas kawasan gunung kapur Gunung Sewu yang membentang di wilayah selatan Kabupaten Wonogiri. Dari sekian gua di Kecamatan Pracimantoro, gua Putri Kencana menyimpan cerita mistis, bahkan dipercaya sebagai salah satu tempat yang tepat untuk tirakat atau melaksanakan ritual.

Letak Gua Putri Kencana,berjarak lima kilometer dari (MKD). Dari jauh, pengunjung akan disambut dengan sebuah keberadaan gerbang dan pintu besi, karena kawasan Gua Putri Kencana sudah menjadi destinasi wisata resmi dari Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kabupaten Wonogiri. Dan ketika memasuki kedalaman gua, keindahan stalagtit dan stalagmit yang  sebagian masih aktif dan terus bertumbuh, menjadi suguhan yang mempesona pengunjung.

Di ceritakan penemu sekaligus juru kunci Gua Putri Kencana, Wasino (60), bahwa gua ini  ditemukannya pada  1 Januari 1991, kala itu, dia mendapat firasat dalam mimpinya. Dia mendapat semacam petunjuk untuk menggali rongga batu di dekat rumahnya.

“Lokasi itu sebelumnya merupakan tanah tegalan, dan di sekitarnya menjadi lahan penambangan batu lintang oleh warga sekitarnya termasuk saya,” tutur Wasino, Kamis (24/12).

Menurutnya, dalam mimpi tersebut, dia seolah mendapat pesan untuk tidak menggali sekitar rongga batu di sekitar tambang batu lintang, bahkan dia disuruh menjaganya. Perintah itu kemudian dilaksanakan, lalu dia nekat memberanikan diri untuk masuk ke dalam gua melalui lubang kecil dengan cara merangkak. Sesampainya di dalam gua, ia pun terperanjat, lantaran  di dalamnya terdapat ruangan yang sangat luas, hampir sepuluh meter.

“Perasaan saya, waktu itu saya ditemani seorang putri yang mengenakan jarik lurik putih, kemben wulung, dan rambut yang terurai. Di situ saya menemukan banyak bagian dari ruangan tersebut, hingga hampir setengah hari saya di dalam gua,” kata Wasino.

Semenjak pertama masuk tersebut, banyak warga setempat yang ikut membantu Wasino untuk membersihkan bagian dalam gua dari timbunan tanah dan lumpur sehingga pengunjung lebih nyaman di dalam gua. Dan pengunjung pun mulai banyak yang berdatangan. Pengunjung yang sekedar melihat keinadahan isi gua ramai tiap hari libur atau hari Minggu, atau jika melakukan ritual di dalam gua kebanyakan pada malam Jum’at.

Dia menjelaskan,di dalam Gua Putri Kencana terdapat sejumlah ruangan. Ruangan itu pun konon memilik nama sendiri-sendiri semisal ruang Pusaka,Kabudayan, Jumenengan, Sarasehan, dan Sendang Kecil. Namun,Sendang Kecil berada di bagian terpisah, dan pengunjung harus merangkak untuk sampai ke dalamnya.

“Dan juga melalui  mimpi, bahwa gua tersebut dulunya merupakan lokasi bertapa atau pernah disinggahi Ratu Kencana Wungu dan Sinuwun Prabu Brawijaya V,” terangnya.

Dia menambahkan,banyak  para pengunjung yang datang memanjatkan doa permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk dimudahkan persoalan hidupnya tersebut, mereka datang dari berbagai kota.Ada yang dari Palembang, dan kota-kota di Pulau Sumatra, Bima (NTT), atau kota-kota di seluruh Pulau Jawa.

“Jika pada akhirnya permohonannya terkabul, kemudian mengadakan syukuran atau kenduri di gua ini,” tandasnya.

Sementara  saat ini, Gua Putri Kencana sudah layak untuk menjadi destinasi wisata, tetapi masih membutuhkan penyempurnaan akses jalan masuk, lahan parkir, dan penampungan air untuk kebutuhan pengunjung belum memadai.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge