0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rangking Terendah, Hasil Kompetensi Guru Sragen Memprihatinkan

Agung Widodo
(Agung Widodo)

Sragen – Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) di Kabupaten Sragen untuk tingkat SD dan SMP masih memprihatinkan. Pasalnya dari 10 kabupaten yang menjadi mitra dari USAID Prioritas di Jawa Tengah tahun 2012, Sragen menempati posisi terakhir. Rendahnya nilai kompetensi itu salah satunya disebabkan para guru sertifikasi itu kurang mengikuti pelatihan.

“Kami ingin memperbaiki itu dimana semua guru memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan, dengan harapan tidak hanya karirnya saja yang meningkat, tetapi juga kompetensinya,” kata Specialist Government and Management USAID Prioritas Jateng, Hari Riyadi di sela-sela Workshop Strategic Planning di Aula Dinas Pendidikan Sragen belum lama ini.

Dari data yang ada, hasil UKG Pedagogik dan Profesional Guru Kelas SD di Kabupaten Sragen berada di peringkat 10 dengan nilai 43,12 sementara nilai rata-rata untuk Provinsi Jawa Tengah adalah 46. Sedangkan daerah-daerah yang hasil UKG berada di atas Sragen adalah Kabupaten Semarang, Purworejo, Kudus, Boyolali, Grobogan, Pekalongan, Wonosobo, Demak dan Blora.

Kendati kondisi itu terjadi pada tahun 2012 sebelum bergabung dengan USAID Prioritas, namun menurut Hari, perlu ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk meningkatkan nilai kompetensi guru tersebut dengan melakukan pelatihan-pelatihan dengan biaya dari APBD.

Di sisi lain jika hanya mengandalkan APBD akan memakan waktu lama dan jumlahnya sangat terbatas. Untuk itu harsu ada inisiatif bagi guru yang bersangkutan untuk menyisihkan sebagian dari tunjangan profesinya untuk ikut pelatihan.

“Sebab kalau mengandalkan dana APBD tidak mungkin karena APBD Sragen terbatas dan sebagian besar untuk bayar gaji pegawai,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan Sragen, Sudarto mengatakan, untuk tahun ini memang tidak ada anggaran untuk pelatihan guru SMP. Sedang untuk tahun 2016 yang direncanakan adalah hanya untuk ToT atau Training of Trainer untuk menciptakan fasilitator daerah (Fasda), yang nanti melakukan pendidikan dan latihan bagi para guru lain, baik SD atau SMP.

“Untuk tahun ini tidak ada anggaran untuk pelatihan guru,”  katanya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge