0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dalang Perompak di Selat Malaka Ternyata Seorang Wanita

Kormabar bekuk 3 perompak Kapal MT Joaqium di Selat Malaka (merdeka.com)

Timlo.net – Jajaran Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Barat (Koarmabar) mengamankan tiga pelaku perompak Kapal MT Joaquim yang beroperasi di Selat Malaka pada 8 Agustus 2015. Ketiga pelaku ini diketahui atas perintah saudari EN, yang diduga mempunyai hubungan dengan ‘orang kuat di Indonesia’.

“Dari pendalaman, kasus ini mengarah pada satu orang sebagai otak dan pemiliknya, yakni EN. Tersangka EN ini orang Indonesia, sementara diduga dia ada hubungan dengan orang kuat,” kata Panglima Armada Barat (Pangarmabar) Laksda TNI A. Taufiq di Markas Koarmabar, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (23/12).

Dugaan tersebut, ungkap Taufiq, karena usai kasus terungkap, ada seseorang yang mengaku orang kuat mengintimidasi anak buah Taufiq untuk memberhentikan kasus ini. Namun pihaknya tetap melanjutkan kasus sampai selesai karena memang bagian dari tugas dan tanggung jawab.

“Dan untuk kasus ini, sebenarnya sebelum terungkap, saudari EN mengunjungi kami dengan melapor kehilangan kapal. Seolah dia korban. Tapi setelah kita lacak, data-datanya fiktif dan ada keterkaitan dengan perompakan Kapal MT Joaquim. Oleh sebab hari ini sebenarnya kami lakukan pemanggilan terhadap EN, tapi dia mangkir,” paparnya.

Taufiq memaparkan, EN dipanggil untuk memberikan kesaksian atas perompakan. EN mengungkapkan tak bisa datang karena alasan sedang dirawat di rumah sakit. Namun ketika diperiksa ke rumah sakit yang bersangkutan, ternyata tak ada nama EN dalam daftar pasien.

“EN melarikan diri. Dia masuk dalam DPO,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu pelaku yakni kapten Kapal dengan inisal HU menuturkan, aksi ini bukan untuk yang pertama kali. Terhitung kurang lebih 5 kali EN menyuruhnya melakukan tugas ini.

“Oktober 2014 dan Januari 2015 serta beberapa waktu lainnya saya disuruh EN melakukan hal ini. Saya tidak tahu kalau ini bagian dari perompakan. Saya hanya menjalankan perintah dan dikasih bonus Rp 10 Juta usai menjalankan perintah EN ini,” kata HU kepada wartawan.

HU mengaku sempat bertemu dengan EN dan mengenalinya sampai sekarang.

“Dia tinggi, putih, pakai jilbab, tapi tidak cantik,” tutupnya.

Sebelumnya, kapal Berbendera Singapura ini telah dirompak di perairan Selat Malaka saat tengah berlayar dari East Outer Port Limit (EOPL) menuju Malaka, pada 8 Agustus 2015.

[bal]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge