0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kebutuhan Riil Guru Harus Dipetakan

Furqon Hidayatullah (timlo.net/eko prasetyo)

Solo – Guru Besar Pendidikan Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Dr Furqon Hidayatullah menyatakan, pemerintah mulai sekarang harus memetakan kebutuhan riil guru. Sebab hingga saat ini belum ada pemetaan terkait kebutuhan riil guru.

“Peta itu menyangkut sekolahnya berapa, siswanya berapa dan gurunya berapa, hingga saat ini belum ada,” ungkap Prof Furqon kepada wartawan di Kantor Humas UNS, Solo, Rabu (23/12).

Kalau hal itu sudah terpetakan, kata Furqon, akan muncul supply and demand, terkait penyediaan dan kebutuhan guru. Jika supply and demand tersebut terpenuhi maka gugat menggugat terkait jam pengajar tentu akan terhindari. Sehingga klaim kekurangan jam sebagai persyaratan sertifikasi guru bisa ditekan.

Artinya usulan untuk program sertifikasi hendaknya ditiadakan, kata Furqon, bisa dihindari dengan adanya pemetaan kebutuhan guru. Sebab penghentian program bukan sesuatu yang mudah. Apalagi program sertifikasi merupakan amanat Undang-Undang nomor 14 tahun 2005.

“Kebutuhan riil guru kita ini belum terpotret dengan bagus, akibatnya termasuk ada di daerah-daerah tertentu yang kekurangan guru,” jelasnya.

Furqon mengusulkan, sekarang ini guru dibikin nyaman terlebih dahulu, baru kemudian ditingkatkan kompetensinya. Kalau dibikin tidak nyaman, akan goyah secara psikologis. “Maka pembinaan dibikin cephycal atau suasana nyaman, dilanjut kompetensi, sertifikasi dan apresiasi,” jelasnya.

Menurut dia, jangan langsung kompetensi, karena akan menimbulkan stress atau kaget, karena harus memenuhi persyaratan tertentu. Tetapi kalau mulai dari kenyamanan itu, peluang untuk dilakukan perubahan lebih lancar dan tidak terganggu secara psikologis.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge