0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KPU Sragen Resmi Laporkan Dwi Aprianto ke Polisi

Ketua KPU Sragen, Ngatmin Abbas dan Dodok Sartono saat keluar dari ruang SPK Polres Sragen, Selasa (22/12). (timlo.net/agung widodo)

Sragen — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen akhirnya melaporkan relawan pasangan Yuni-Dedy, Dwi Aprianto Karuniawan ke Polres Sragen, Selasa (22/12). Langkah itu diambil untuk menjaga kewibawaan lembaga KPU lantaran Dwi tidak segera meminta maaf dalam waktu 2×24 jam sesuai permintaan KPU.

“Kita menepati janji kita, karena selama 2×24 jam tidak komunikasi dengan kita, tidak minta maaf. Ya kita menepati janji, nanti kita dikira ingkar janji,” kata Komisioner KPU Sragen, Dodok Sartono kepada wartawan di Polres Sragen.

Menurut Dodok, kendati yang bersangakutan telah meminta maaf, namun Dwi dalam pernyataannya masih bersikukuh kalau dia tidak menuduh KPU dan komisioner terkait soal 15.000 surat suara tercoblos dan pengondisian PPK, PPL dan KPPS.

“Tidak hanya itu, dibanyak statusnya dia menyebut KPU dan nama-nama komisioner. Tidak hanya soal coblos 15.000 itu saja,” ujar Dodok.

Apa pun alasannya Dwi telah menantang KPU atas pernyataannya tersebut. Hal ini juga untuk menjaga kewibawaan dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap KPU. Tapi jika KPU tidak mengambil langkah tegas, dikawatirkan masyarakat akan semakin apatis terhadap lembaga publik seperti KPU.

Dari pantauan Timlo.net, kelima komisioner KPU, Ketua KPU Ngatmin Abbas, Dodok Sartono, Dyah Nur Widowati, Ibnu Prakosa dan Roso Prajoko itu datang ke Polres Sragen sekira pukul 14.30 WIB. Mereka langsung menuju ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK). Namun tak lama kemudian kelimanya mengadakan pertemuan tertutup di ruang kerja Kasatreskrim Polres Sragen, Iptu Maryoto.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge