0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mendekati Natal, Harga Sejumlah Komoditas Naik

Salah satu pedagang pasar Jungke (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Menjelang perayaan Natal dan tahun baru, harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan cukup signifikan. Kenaikan harga diduga dipicu kondisi cuaca yang membuat pasokan barang hasil pertanian berkurang. Selain itu tingginya permintaan menjelang perayaan Natal juga menjadi salah satu sebabnya.

”Kenaikan harga cabe terjadi sejak empat hari terakhir. Pasokan barang dari petani memang sedikit, sehingga harganya naik. Mungkin karena kondisi cuaca, sehingga panennya kurang bagus,” kata Tumi, pedagang sembako di Pasar Jungke, Selasa (22/12)

Tumi mnegatakan berbagai jenis cabe, mengalami kenaikan harga. Cabe rawit merah, naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Cabe rawit juga naik menjadi Rp 22 ribu dari harga semula Rp 18 ribu per kilogram, sementara cabe hijau naik Rp 2 ribu menjadi Rp 14 ribu per kilogram. Kenaikan harga membuat sejumlah konsumen mengurangi bobot barang yang dibeli.

“Ya yang biasanya beli satu kilogram, sekarang paling separonya, karena harga naik,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Tumi, harga sayuran juga sebagian besar naik. Wortel yang semula Rp 12 ribu per kilogram naik menjadi Rp 14 ribu, buncis naik Rp 1.000 hingga Rp 2 ribu menjadi Rp 9 ribu per kilogram, tomat naik Rp 2 ribu menjadi Rp 10 ribu per kilogram, daun bawang dari Rp 8 ribu menjadi Rp 10 ribu per kilogram. Bawang putih juga naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram, sementara bawang merah menjadi Rp 30 ribu per kilogram dari harga semula Rp 24 ribu.

Harga beras kualitas menengah juga naik Rp 500 menjadi Rp 9.500 per kilogram. Begitupula gula pasir, naik dari Rp 11 ribu menjadi Rp 12 ribu. Sedangkan harga telur naik dari Rp 19.500 menjadi Rp 21 ribu per kilogram.

“Hampir semuanya naik harga. Mungkin karena menjelang Natal. Menjelang Natal tahun lalu juga harga-harga naik, tapi hanya satu dua saja. Kalau sekarang, hampir semuanya naik,” ujarnya.

Selain naik harga, ada juga komoditas yang mulai sulit diperoleh di pasaran. Vita, pedagang sembako mengaku, gandum termasuk salah satu komoditas yang sekarang agak sulit diperoleh.

“Kalaupun ada, stoknya terbatas. Barangnya sering kosong, karena banyak yang mencari untuk membuat roti. Tapi itu gandum yang bagus. Kalau yang gandum biasa, masih mudah didapat,” ungkapnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge