0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Minta Dibatalkan, Pilkada Manokwari Selatan Digugat ke MK

merdeka.com
Gedung Mahkamah Konstitusi (merdeka.com)

Timlo.net — David Towansiba SSos dan Maxi Nelson Ahoren sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Manokwari Selatan mengajukan permohonan pembatalan hasil rekapitulasi Pilkada Manokwari Selatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Melalui kuasa hukumnya, Benny Hehanussa telah mendaftarkan gugatan dengan Akta Pengajuan Permohonan No 103/PAN.MK/2015. Menurutnya, permohonan ini diajukan mengingat kabupaten Manokwari Selatan baru kali pertama menggelar Pilkada diduga ada kecurangan.

“Permohonan ini diajukan karena banyak terdapat dugaan kecurangan yang terjadi misalnya menyangkut money politic yang dilakukan kandidat tertentu dan kuat dugaan hal tersebut dilakukan secara terstruktur sistimatis dan masif,” kata Benny, kepada wartawan, Jakarta, Senin (21/12).

Selain itu, kata Benny, kecurangan itu diduga melibatkan oknum penyelenggara dan instansi pemerintahan pada saat kampanye terbuka. Selain mengajukan permohonan ke MK, pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2 itu juga akan melaporkan ke Polri.

“Kami selaku kuasa hukum sedang mengkaji bukti-bukti yang klien kami dapati di lapangan, terkait dugaan kebohongan publik soal identitas titel dan gelar akademik salah satu pasangan calon tertentu yang diduga palsu. Apabila memang terdapat unsur pidana maka kami selaku kuasa hukum akan melaporkan hal tersebut ke Mabes Polri,” tegasnya.

Sejak dibuka pekan lalu, sejumlah pasangan calon kepala daerah mulai mengajukan permohonan perselisihan hasil pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK). Hingga Senin (21/12) malam, MK telah menerima 115 permohonan dari 264 daerah yang melakukan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2015.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge