0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wonogiri Peringkat ke-2 Kasus Kematian Demam Berdarah

dok.timlo.net/nanin
(Ilustrasi) Petugas melakukan fogging guna mencegah demam berdarah (dok.timlo.net/nanin)

Wonogiri — Tingginya angka kasus kematian akibat demam berdarah (DB) tahun ini, Wonogiri menduduki peringkat ke dua se-Jateng. Total kasus penyakit tersebut juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu.Sejak awal tahun hingga saat ini tercatat kasus DB mencapai 50. Dari jumlah tersebut, lima atau 10 persen di antaranya meninggal dunia. Mereka tersebar di Kecamatan Tirtomoyo, Baturetno, Pracimantoro, dan Ngadirojo.

“Yang meninggal ada lima. CFR (Case Fatality Rate) mencapai 10 persen,” ungkap Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Kabid P2PL) DKK Wonogiri, Suprio Heryanto, Senin (21/12).

Dikatakan, tingkat kematian tersebut termasuk tinggi. Bahkan jika dibandingkan 34 kabupaten/kota lain se-Provinsi Jateng, Wonogiri menempati urutan kedua. Peringkat pertama ditempati Semarang.

“Tertinggi kedua di Jateng. Semua yang meninggal itu sudah parah saat dirawat di rumah sakit,” tegasnya.

Selain itu, kasus penyakit yang disebabkan nyamuk itu mengalami peningkatan jumlah jika dibandingkan tahun lalu. Pada 2014, tercatat 41 kasus, namun tidak ada penderita yang sampai meninggal. Sampai saat ini wilayah kecamatan yang dinyatakan endemis, meliputi Wonogiri, Selogiri, Baturetno, Ngadirojo, Pracimantoro, dan Jatisrono.

Ditambahkan, masyarakat perlu mewaspadai awal penghujan seperti saat ini. Pasalnya, nyamuk penyebar penyakit sudah mulai aktif bergerak. Salah satu sikap bijak yang perlu diambil masyarakat adalah pemberantasan sarang nyamuk.

“Disamping itu kami juga menyiapkan pola fogging. Untuk tahun ini dianggarkan 28 titik fokus fogging, dengan dua kali pengasapan per titik. Sampai saat ini sudah digunakan 21 titik fokus,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge