0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perikanan, Boyolali Kembangkan Yumina Bumina

dok.timlo.net/nanin
Pemkab Boyolali kembangkan Yumina dan Bumina lewat media Aquaponik (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Untuk mencukupi pangan keluarga, sekarang ini bisa dilakukan di rumah meski dengan lahan yang sempit. Disnakkan Boyolali mulai mengenalkan sistem tumpang sari baru yang diberi nama “Yumina dan Bumina”. Sistim ini perpaduan antara kolam ikan dengan sayuran dan buah-buahan.

“Ada 11 kolam percontohan yang mulai kita kenalkan, ini kerjasama dengan Balai Penelitian Budidaya Ikan Tawar Bogor,” kata Kabid Perikanan, Naryanto, Senin (21/12).

Dijelaskan, metode Yumina Bumina sendiri, pengolahan limbah ikan tawar, dalam hal ini digunakan ikan lele, yang kemudian air kolam disalurkan ke pot-pot sayuran dan bunga melalui pipa. Air bekas kolam lele setelah dilakukan penelitian ternyata mengandung nutrisi yang bisa menjadi pupuk organik. Selain itu, dengan proses di atas air kolam akan tetap jernih, sehingga bisa memicu pertumbuhan ikan.

“Sistemnya mudah, kita hanya gunakan pompa penyedot air untuk kemudian disalurkan ke pot-pot,nutrisi yang terbawa akan tertinggal di pot dan sisa air akan kembali ke kolam,” sambung Naryanto.

Di sisi lain, peneliti dari Balai Penelitian Budidaya Ikan Tawar Bogor, Adam Saputra, mengungkapkan pihaknya sudah lama melakukan penelitian. Pengembangan Yumina Bumina sangat mudah diterapkan, menyusul tidak membutuhkan lahan yang luas. Sedangkan untuk media tanam, disarankan menggunakan akar pakis.

“Bisa juga menggunakan sabut kelapa, namun kita lebih sarankan menggunakan akar pakis,” ujar Adam.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge