0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ada Indikasi 15.000 Surat Suara Tercoblos, KPU Sragen bakal Digugat

Status facebook milik Dwi Aprianto Karuniawan yang memicu masalah ()

Sragen —  Sejumlah elemen dan organisasi massa (Ormas) di Kabupaten Sragen berencana menggugat Komisi Pemilhan Umum (KPU) Sragen. Langkah itu diambil  terkait akun facebook (FB) milik relawan pasangan Yuni-Dedy, Dwi Aprianto Karuniawan yang menyebut adanya 15.000 surat suara yang tercoblos.

“Kalau memang tuduhan pencoblosan itu tidak terjadi, kenapa KPU terkesan mengulur-ulur waktu. Ini yang membuat kami semakin curiga jangan-jangan tuduhan soal 15.000 surat suara sudah tercoblos itu benar,” kata Ketua DPD Barisan Muda Partai Amanat Nasional (PAN), Eko Joko P kepada wartawan, Minggu (20/12).

Eko mengatakan, sikap KPU yang tidak segera melapor ke polisi, sangat meresahkan lantaran kabar soal 15.000 surat suara tercoblos sudah berkembang kemana-mana. Jika kecurigaan adanya 15.000 surat suara yang telah tercoblos itu benar,  maka tidak hanya 4 pasangan calon yang dirugikan, tapi KPU juga telah merusak nilai demokrasi dalam Pilkada.

“Karena pencoblosan surat suara sebelum Pilkada itu sudah tindak kriminal,” katanya.

Sementara Ketua LSM Sapu Gerang, Sunarto mengatakan, pihaknya siap mendatangi KPU Sragen jika masalah ini tidak segera dìselesaikan. Dia juga berharap pihak kepolisian proaktif mengusut kasus itu tanpa menunggu laporan dari KPU. Pasalnya adanya indikasi 15.000 surat suara tercoblos tersebut bukan merupakan delik aduan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge