0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Korea Siap Bantu Tata Sistem Transportasi Kota Solo

dok.timlo.net/heru murdhani
Antrian tiket bus di Seoul Express Terminal (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo – Manajemen lalu lintas dan transportasi massal adalah problematika perkotaan yang wajar bagi kota-kota besar dunia.  Dibutuhkan keberanian besar bagi otoritas pemerintahan untuk bisa menata dan memperbaiki sistem transportasi dan manajemen ini.

Beberapa waktu lalu, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Solo mengajak serta wartawan Timlo.net untuk mengunjungi kota Seoul Korea Selatan guna mempelajari dan mengamati secara langsung sistem transportasi perkotaan yang ada di kota tersebut.

Berjalan-jalan di kota Seoul terasa begitu menyenangkan. Tak perlu repot dengan menggunakan kendaraan pribadi, Pemerintah Kota Seoul telah menyediakan sejumlah fasilitas transportasi umum yang bisa menjangkau semua pelosok kota Seoul. Akses transportasi yang digunakan adalah Bus kota, Subway, dan Kereta Api. Bahkan kota terbesar di Korea Selatan ini mengklaim dirinya sebagai surga transportasi massal.

Selama kurun waktu 30 tahun jumlah kendaraan di Kota Seoul meningkat hingga 130,3% sementara penambahan jalan hanya 22%. Sehingga menimbulkan kemacetan arus lalu lintas. Pemerintah berpikir dengan pertumbuhan yang tidak seimbang itu, jalanan kota Seoul akan mengalami kebuntuan. Akhirnya pada tahun 2004, Seoul mereformasi semua jenis kendaraan pribadi yang digunakan masyarakat dengan melakukan pembatasan-pembatasan tertentu. Sehingga masyarakat mulai beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Sistem yang digunakan pemerintah kota Seoul adalah sistem Transport Operation and Information Service (Topis). Sistem ini memungkinkan pemerintah untuk memantau seluruh pergerakan moda transportasi umum, dari satu ruangan yang disebut Seoul Control Center.

“Dari ruangan ini, semua aktifitas moda transportasi dan kondisi arus lalu lintas bisa kita pantau. Tidak hanya pantauan gambar saja, melainkan kita memasang Intelegent Transportation System (ITS) berupa CCTV, pemantau kecepatan, dan ketepatan transportasi publik ke halte-halte yang ada,” ungkap Tim Leader Transportation Policy Division Seoul Metropolitan Government, Pemerintah Metropolitan Seoul, Seung Ho Jo.

Dia mengatakan, ada 7500 unit bus yang beroperasi di kota Seoul. Bus ini menghubungkan ratusan jalur keseluruh pelosok Seoul. Dengan alat ITS ini sistem tranportasi umum bisa diakses oleh masyarakat dengan menggunakan smartphone. Saat jam kerja, waktu tunggu yang dibutuhkan masyarakat untuk mendapatkan tranportasi umum adalah 4 menit. Sedangkan pada akhir pekan membutuhkan waktu 7 menit.

“Sistem yang kami bangun ini secara efektif mampu mengurangi kepadatan arus lalu lintas. Sistem ini kami adopsi dari beberapa negara di Eropa,” kata dia.

Namun, tak semua operator bus umum ini medapatkan keuntungan. Tak jarang pemerintah juga harus nombok dengan mengucurkan dana bagi operator bus umum. Tetapi ini semua dijalankan dengan penuh disiplin, guna memberikan pelayanan yang terbaik dibidang transportasi. Tak heran jika tingkat kepuasan penduduk kota Seoul mencapai lebih dari 70,1 persen untuk pelayanan transportasi mereka.

Sistem integrasi yang bagus terlihat dikawasan Terminal Bus Express Seoul. Terminal ini terhubung dengan subway dan kereta api dibawahnya yang menghubungkan ke Bandara dan lokasi lainnya. Selain itu terdapat pula pusat perbelanjaan untuk lebih memudahkan pengguna transportasi umum. Ada juga concert hall untuk pertunjukan musik, dan meeting room yang bisa digunakan perusahaan yang hendak rapat. Selain itu terdapat taksi dan sepeda.

“Dengan begitu, orang tidak perlu untuk susah untuk berbelanja, juga menggunakan transportasi umum. Semuanya lebih mudah,” katanya.

Sementara Youn Gye Yang dari Transportation Information Center, mengungkapkan sistem ini telah digunakan di berbagai negara di dunia. Dia menyebutkan, Malaysia, Thailand dan beberapa negara di afrika telah pula menggunakan sistem ini. Dia mengatakan bahwa pemerintah Korea siap berbagi dan memberikan pendampingan bagi pemerintah kota Solo untuk menata sistem transportasi Kota Bengawan.

“Kita siap untuk membantu. Banyak negara telah menerapkan sistem yang sama dengan bimbingan dari pemerintah kota Seoul,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge