0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Korban Bonek : Kami Mau ke Parangtritis, Kami Bukan Suporter

timlo.net/agung widodo
Anggada (21), warga Sebaloh, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Malang menunjukkan sisa-sisa kebiadaban dari Bonek di Polres Sragen. (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Pagi dini hari itu, rombongan wisata dari Dukuh Sebaloh, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Malang, sama sekali tidak menyangka bakal mengalami nasib naas. Bus pariwisata yang mereka tumpangi dari kampung halamannya menjadi sasaran amuk massa Bonek saat beristirahat di SPBU Jatisumo, Kecamatan Sambungmacan, Sabtu (19/12).

Saat itu sekitar pukul 04.00 WIB, sebuah bus Pariwisata Nopol BG 7935 RF berpenumpang 32 orang berhenti di pom bensin untuk makan dan menunaikan sholat subuh. Namun tidak disangka setelah mereka selesai ibadah sholat di mushola SPBU, setengah jam kemudian datang empat truk yang ditumpangi para ratusan Bonek. Salah satu dari mereka turun dan menghampiri bus telah terisi beberapa penumpang yang sedang makan.

“Tahu kalau kita dari Malang, yang lain juga ikut turun. Langsung kita dijarah, handphone, dompet, tas dan sebagainya langsung dijarah semua,” kata Anggada (21), warga Sebaloh RT 18, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Malang ketika ditemui wartawan di Polres Sragen.

Waktu kejadian, Anggada mengaku tidak ada di dalam bus. Saat itu dia habis selesai dari kamar mandi. Namun ketika akan kembali ke bis dia melihat ada keributan dan suara histeris kawan-kawannya yang saat itu dalam ketakutan. Menyadari hal itu, Anggada sendiri merasa takut dan tidak berani mendekat. Dia hanya menyaksikan peristiwa yang mencekam tersebut dari kejauhan. Anggada juga sempat melihat temannya dihajar para Bonek dan sebagian ada yang melarikan diri ketakutan.

Anggada menuturkan, selain bis yang ditumpangi, masih ada sebuah bis pariwisata lainnya yang berisi anak-anak sekolah dasar (SD). Bis ini pun, kata dia, juga sempat menjadi sasaran pelemparan oleh para Bonek. Namun dia tidak tahu lebih jauh soal nasib mereka. Karena yang ada dalam benaknya hanya nasib rombongannya yang berasal dari satu kampung.

“Barulah setelah para Bonek itu pergi semua, saya berani mendekat ke bis. Saya baru menyadari ternyata teman saya, atas nama Eko Prasetyo telah meninggal,” katanya.

Anggada mengungkapkan, tujuan utama mereka pergi ke Yogyakarta sebenarnya bukan untuk menonton pertandingan bola antara Arema Cronus dan Surabaya United di Sleman.

“Tujuan kita hanya jalan-jalan. kita ini sebenarnya adalah rombongan karang taruna di kampung. Kebetulan di kampung baru selesai ngadain acara pembubaran panitia. Terus kita jalan-jalan, sudah kita jadwalkan lama. Kebetulan kok ada pertandingan Arema, kita pikir nggak ada salahnya nonton. Tapi itu pun setelah dari Parangtritis dan Malioboro,” ungkap Anggada.

Namun takdir berkehendak lain. Saat berada di SPBU untuk sholat subuh dan istirahat makan. Terjadilah peristiwa yang tidak diinginkan tersebut. Seorang tewas ditempat kejadian, atas nama Eko Prasetyo (30), warga Dukuh Sebaloh RT 16, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Malang.

“Kita emang nggak ada acara nonton. Makanya di dalam bus, tidak ada penumpang yang membawa atribut Arema. Mungkin memang lagi apes,” ujarnya.

Hal serupa juga diakui, penumpang lainnya, Rius, warga Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, tujuan mereka ke Yogyakarta memang bukan untuk menonton pertandingan bola, tapi untuk berwisata ke Parangtritis. Dia sangat menyayangkan kejadian itu hingga menyebabkan temannya tewas.

“Semua rombongan tidak ada yang membawa atribut, suporter dan lainnya yang berkaitan dengan bola. Rombongan kami bukan suporter,” kata Rius.

Sementara Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo membenarkan, dari keterangan beberapa orang penumpang bis pariwisata Nopol BG 7935 RF memang mengatakan tujuan utama mereka adalah untuk berwista ke Parangtritis. Bukan untuk menonton pertandingan sepak bola Piala Sudirman di Sleman.

“Mereka berangkat dari Malang sekira hari Jumat (18/12) sekira jam 22.00 WIB. Kemudian mereka sholat subuh di perbatasan. Tiba-tiba datang truk-truk dari Bonek langsung menghajar dan merampas barang-barang penumpang bus. Di dalam bus itu tidak ada atribut Arema, karena tujuannya wisata,” terang Kapolres.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge