0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Cermin Kerukunan Beragama Jelang Maulid Nabi dan Perayaan Natal di Kota Solo

Jalan Gatot Subroto Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Dua hari besar keagamaan bakal mewarnai akhir Bulan Desember ini, yakni perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada hari Kamis (24/12) dan hari Natal yang jatuh pada Jumat (25/12) mendatang. Meski begitu, ada suatu hal yang patut menjadi perhatian sekaligus contoh bagi masyarakat Kota Solo maupun Indonesia ada umumnya.

Ya, bertempat di kawasan dan dalam satu alamat yang sama yakni Jalan Gatot Subroto No 222 Serengan, Solo, dua bangunan tempat ibadah berdiri megah. Meski berbeda keyakinan, kedua umat dan jemaah penganut masing-masing agama ini saling bantu membantu ketika terdapat hari besar keagamaan.

“Kerukunan dan teloransi umat beragama dikawasan tersebut telah tercipta sejak puluhan tahun lalu,” kata Takmir Masjid Al Hikmah, Haji Muhammad Nashir Abu Bakar (52) saat ditemui wartawan, di kediamannya baru-baru ini.

Terlebih, mendekati hari keagamaan yang dirasa memiliki momentum penting untuk tiap-tiap penganutnya. Biasanya, mereka akan saling membantu mulai dari menyiapkan lahan parkir, mengatur arus lalu lintas serta menawarkan bantuan lain. Semisal, kata Natsir, pada perayaan Maulid Nabi nanti para pemuda gereja akan bersama-sama membersihkan halaman masjid supaya tercipta suasana indah dan nyaman. Begitu juga sebaliknya, ketika Natal nanti tiba, pemuda muslim dari Masjid Al Ikhlas tersebut juga akan membantu menjaga dan mempersiapkan lahan parkir untuk jemaat gereja yang datang.

“Jadi gak ada namanya saling gontok satu sama lain. Adanya kebersamaan yang terjalin sejak puluhan tahun silam,” terang Natsir.

Senada, Kapolsek Serengan, Kompol Edi Wibowo juga mengapresiasi kerukunan umat beragama di kawasan tersebut. Meski disejumlah kawasan lain pihaknya melakukan patroli pengamanan rutin jelang Natal namun dikawasan tersebut dirinya merasa yakin bahwa telah aman dan dipastikan tidak akan terjadi gesekan. Pihaknya, hanya sekedar memantau serta memfasilitasi dibidang keamanan jika pihak masjid atau gereja membutuhkan bantuan.

“Kalau di kawasan lain wajib waspada, kalau di sana (Kawasan Jalan Gatot Subroto-red) cuman dipantau cukup,” jelasnya.

Polisi dan masyarakat, kata Kapolsek, memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan beragama seperti dalam potret jemaah Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dan Masjid Al Hikmah Kelurahan Kratonan, Serengan itu. Dua tempat ibadah itu memang milik dua jemaah yang berbeda keyakinan. Namun, mereka memiliki satu tujuan yang sama, yakni mengajarkan kebaikan kepada sesama.

“Pernah dulu ada orang yang mencoba mengusik kerukunan mereka, namun tak berhasil karena warga di sana sudah sangat dewasa,” terangnya.

Untuk mengenang kerukunan yang tak ternilai harganya itulah, para sesepuh GKJ Joyodingratan dan Masjid Al Hikmah menancapkan sebongkah prasasti menyerupai Tugu Lilin di sepetak lahan di antara dua tempat ibadah itu.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge