0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasca Bentrok Suporter, Polisi Siaga di Sejumlah Titik

Sebagian suporter yang diamankan di Polres Sragen, Sabtu (19/12) (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Jajaran Polres Sragen menahan ratusan suporter Surabaya United. Hal ini tak lepas dari buntut peristiwa berdarah yang terjadi Sabtu (19/12). Dua massa suporter yakni Arema Cronus dan Surabaya United pecah perang di SPBU Jatisumo, Sambung Macan, Kabupaten Sragen.

Peristiwa di Sragen pagi tadi mengakibatkan korban tewas yakni Eko Prasetyo warga Pujon, Malang yang merupakan suporter Arema. Sementara kabar terbaru korban bertambah atas nama Slamet. Buntut kejadian ini, aparat Polres Sragen mengamankan ratusan suporter Surabaya United yang teribat bentrokan.

“Sekitar 431 suporter Surabaya United dan enam truk kami tahan. Kasus ini masih kami dalami dan memintai keterangan yang sudah diamankan,” ungkap Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo kepada wartawan di Sragen, Sabtu (19/12) siang.

Pihaknya telah menerjunkan aparat di berbagai titik di Kabupaten Sragen untuk menghindari peristiwa susulan. Apalagi suporter Arema Cronus maupun Surabaya United akan kembali melintasi kawasan Sragen saat kepulangannya dari Sleman malam nanti, usai pertandingan.

“Ada petugas yang kami siapkan di beberapa titik. Apalagi kepulangan suporter kemungkinan juga lewat Sragen lagi,” tambahnya.

Peristiwa memilukan dunia sepak bola Indonesia terjadi pagi tadi. Bus yang ditumpangi suporter Arema berhenti di SPBU Jatisumo, Sambungmacan, Sragen, untuk menjalankan ibadah salat subuh.
Tiba-tiba ratusan massa yang diketahui turun dari truk bak terbuka, melakukan penyerangan kepada bus dan penumpang di dalamnya.

Bus mengalami kerusakan parah, kaca pecah, para penumpang mengalami luka-luka. Nasib naas mengalami Eko Prasetyo yang meninggal dunia di tempat kejadian saat penyerangan.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge