0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Biografi Waljinah Dipajang di Museum Musik Indonesia

Komunitas Museum Musik Indonesia kunjungi Waljinah (Heru Murdhani)

Solo – Komunitas Museum Musik Indonesia mengunjungi musisi legendaris keroncong, Hj. Waljinah di kediamannya di jalan Parang Canthel 31 Mangkuyudan Solo, Sabtu (19/12). Kedatangan mereka bermaksud untuk meminta Waljinah untuk memberikan biografinya yang akan diabadikan di  Museum Musik Indonesia di Malang, Jawa Timur.

“Kedatangan kami ke Solo bermaksud untuk silaturahmi dan meminta Ibu Waljinah menceritakan perjalanan karir bermusiknya dalam bentuk biografi. Nantinya biografi ini akan kita buat storyboard yang kita pajang di Museum Musik Indonesia,” ungkap salah pimpinan Museum Musik Indonesia, Hengki Herwanto.

Selain itu, dikatakan Hengki, dirinya juga ingin mencuri semangat bermusik dari Waljinah. Dia menganggap Waljinah adalah sosok yang sangat istimewa, lantaran diusia yang sudah tidak lagi muda, namun masih tetap mampu menghasilkan karya musik yang bermutu.

“Sebenarnya bisa saja kita buat storyboard dari sumber yang lain, namun kami pilih datang langsung untuk melihat semangat dari Bu Waljinah, karena ini memberi inspirasi kami,” kata dia.

Kedatangan mereka disambut baik oleh pemilik rumah. Dengan didampingi putra keduanya, Ari Mulyono, Waljinah yang menggenakan baju batik berwarna ungu mempersilahkan tamunya untuk masuk.
Penyanyi berjuluk si Walang Kekek itu mengaku iri dengan komunitas Museum Musik Indonesia. Dia mengatakan sangat senang sekali mendapatkan kunjungan dan ingin bergabung dengan komunitas itu.

“Ya seneng, mereka masih mau mengapresiasi saya. Saya iri, di Solo kok tidak ada komunitas yang seperti ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Waljinah juga diminta untuk menandatangani sejumlah piringan hitam koleksi dari Museum Musik Indonesia. Piringan hitam itu juga akan dipajang sebagai salah satu koleksi Museum.

Selain mengunjungi Waljinah, Komunitas ini juga mengunjungi perusahaan rekaman Lokananta, dan menyumbangkan puluhan piringan hitam koleksi museum kepada Lokananta.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge