0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Golkar Kubu Ical dan Agung Rebutan Kursi Ketua DPR

dok.merdeka.com
Agung Laksono dan Aburizal Bakrie (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Drama kasus ‘Papa minta Saham’ berakhir tanpa sanksi setelah Setya Novanto menyatakan mengundurkan diri dari kursi Ketua DPR. Setya Novanto mengundurkan diri di detik-detik terakhir sebelum Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memvonisnya.

Timlo.net — Dengan mundurnya Setnov, MKD pun batal menjatuhkan sanksi ringan kepada politisi Golkar ini. Sebelum mundur, Setya sejatinya bakal dicopot oleh MKD dari posisi Ketua DPR.

Namun kini dengan mundurnya Setya Novanto ternyata kembali muncul masalah baru.

Setya Novanto menyebut bahwa, Ketua Fraksi Golkar di DPR Ade Komarudin akan dijadikan sebagai Ketua DPR. Sedangkan Novanto sendiri rencananya akan dijadikan ketua fraksi.

“Tadi malam sudah mekanisme internal di partai dengan ketua umum Aburizal Bakrie, Waketum, dan bendahara. Yang disetujui Ade Komarudin selaku ketua DPR,” kata Novanto di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (18/12) kemarin.

Menurut Novanto proses pengunduran dirinya sebelumnya disepakati Ketua Umum Partai Golkar kubu Munas Bali Aburizal Bakrie. Novanto menyatakan surat pengunduran dirinya diserahkan sebelum rapat Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) perumusan sanksi dimulai.

“Pengunduran diri ini sudah saya serahkan sebelum rapat MKD. Saya sudah pertimbangkan secara matang. Sudah bicara dengan keluarga dan Aburizal,” tuturnya.

PDIP pun menyambut baik langkah Ical menunjuk Ade Komarudin jadi Ketua DPR. Sosok Ade Komarudin dinilai sangat berpengalaman dan tidak punya rekam jejak buruk selama ini.

“Saya cukup kenal, saya baru 14 tahun di DPR, lebih lama dia (Ade Komarudin) daripada saya. Dia hampir 20 tahun. Orangnya cukup punya leadership, komunikasi, track recordnya tidak ada ada yang buruk,” kata politisi PDI yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR, Trimedya Panjaitan.

Sebagai mantan Ketua Fraksi Golkar, Ade juga dinilai sudah memahami dinamika di internal DPR sehingga tidak menyulitkan jika menjabat sebagai orang nomor 1 di kursi wakil rakyat. Namun jika terjadi hal yang fatal selama menjabat, Trimedya menegaskan akan kembalikan kepada partai Golkar sebagai partai yang merekomendasikan Ade Komarudin.

“Karena pernah jadi ketua fraksi, enggak ada problem juga. Itu internal Golkar. Positif apa negatif biar golkar yang menilai, kalau ada implikasi, dia juga yang menerima. Mereka juga yang membuat tukar tempat,” tegas Trimedya.

Namun ternyata Golkar kubu Agung Laksono menolak pencalonan Ade Komarudin. Golkar versi munas Ancol ini sudah punya jago sendiri yang akan diusung menggantikan posisi Setya Novanto.

“Kubu Ancol sudah tunjuk Agus Gumiwang. Sesungguhnya SK Menkum HAM masih ada di kita,” kata Sekretaris Fraksi Golkar kubu Agung Laksono, Fayakun Andriardi.

Menurut Fayakun, penunjukan tersebut berdasarkan hasil rembug pimpinan Golkar Munas Ancol. Dia juga mengklaim bahwa kubunya sah memunculkan kandidat pengganti Novanto karena masih mengantongi SK Menkum HAM Yasonna Hamonangan Laoly.

“DPP sah fraksi sah Agus Gumiwang dan Fayakun. Surat hari ini berdasarkan rapat Golkar DPP memutuskan Agus Gumiwang sebagai Ketua DPR,” tuturnya.

Ditemui secara terpisah, Wakil Sekjen Partai Golkar kubu Agung Laksono, Dave Laksono menyatakan sudah mengirim surat pada pimpinan DPR terkait penunjukan Agus. Dia tak peduli apakah sudah diterima atau belum pimpinan DPR.

“Sudah. Sudah kita kirim tadi pagi mungkin ada yang lalai sehingga pimpinannya tidak melihat. Tapi sudah kita kirim tadi pagi sudah ada tanda terimanya,” ujar Dave.

Golkar kubu Ical dan Agung ini sempat berdamai saat jelang Pilkada lalu. Namun kini ke dua kubu kembali kembali berseteru saat memperebutkan kursi Ketua DPR. Lalu siapa yang akan menang?  [hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge