0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jonan Cabut Aturan, Solo Tetap Tolak Ojek Online

GO-JEK (dok.merdeka.com)

Solo — Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Solo tetap menolak dengan tegas keberadaan ojek online di Kota Bengawan. Hal itu dikatakan Kepala Dishubkominfo setempat, Yosca Herman Sudradjad, sewaktu peresmian sisi timur Terminal Tirtonadi, Jumat (18/12).

“Meskipun Pak Menteri (Ignasius Jonan) mencabut larangan operasional ojek online, kita tetap menolak keberadaannya. Karena hanya akan merusak sistem transportasi yang selama ini kita bangun,” ungkap Yosca.

Landasan dari penolakan tersebut adalah Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ) No 22 Tahun 2009 tentang Angkutan Umum Orang dan Barang. Selain itu Yosca beranggapan bahwa masyarakat akan kesulitan untuk membedakan alat transportasi umum yang legal dan ilegal.

Dia mengatakan, bahwa ojek online bukan merupakan solusi untuk mengurangi kemacetan. Pasalnya saat ini Pemerintah Kota Solo tengah merancang sistem transportasi massal yang bisa menjangkau berbagai kawasan di kota Solo.

“Kan sudah ada Batik Solo Trans (BST) yang bisa digunakan, selain itu ada taksi dan becak. BST juga akan dikembangkan dengan banyak koridor lain, ini saja kita manfaatkan dan dikembangkan untuk bisa mengurangi kemacetan,” kata dia.

Yosca juga mengatakan bahwa dirinya akan segera membuat regulasi tentang keberadaan ojek online.

“Larangan ini akan kita bakukan dengan edaran peraturan walikota (Perwali),” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge