0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Camat dan Kades Bantah Mobilisasi PNS

timlo.net/nanin
Pemeriksaan terdakwa Kades Bendo, Samsidi, dalam sidang lanjutan kasus pelanggaran Pemilu di Pengadilan Negeri Boyolali (timlo.net/nanin)

Boyolali — Sidang lanjutan kasus pidana pelanggaran Pemilu, yang menyeret Camat Nogosari, Wagino, Kades Bendo, Samsidi dan Penilik Sekolah Dikdas LS Sambi, Jimandiyanto, Jumat (18/12) kembali digelar di Pengadilan Negeri Boyolali. Agenda sidang kedua ini adalah pemeriksaan terdakwa Camat Nogosari, Wagino dan Kades Bendo, Samsidi.

Terdakwa Wagino, membantah mengetahui pertemuan tersebut adalah konsolidasi kader. Wagino mengaku undangan yang diterimanya adalah undangan peringatan 1.000 hari meninggalnya salah satu warga.

“Tahunya begitu saya masuk ke dalam, ternyata konsolidasi partai, jadi saya tidak sengaja datang ke acara tersebut,” kata Wagino dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Galih Dewi Inanti.

Wagino juga membantah mengarahkan PNS yang hadir untuk memilih paslon nomor 1. Dirinya hanya memberikan sambutan agar warga meningkatkan rasa kesatuan dan persatuan. Beda pilihan boleh yang penting rukun.

“Tapi sebagai camat, kenapa anda tidak langsung meninggalkan acara, kapasitas anda apa,” tanya Ketua Majelis Hakim, Galih Dewi.

Terdakwa Wagino terdiam, sesaat kemudian menjawab dirinya perkewuh dengan warga, takut dikira tidak menghormati warga yang sudah hadir. Hakim juga mencecar terdakwa Wagino, tentang UU No Peraturan Pemerintah (PP) No 53/2010 tentang Disiplin PNS.

Dalam pemeriksaan terdakwa Kades Bendo, Samsidi, memberikan keterangan terbelit-belit. Bahkan terdakwa membantah keterangan di BAP terkait gambar stiker Seno –Said yang tertempel di pintu rumahnya.

“Saya tidak tahu, saya jarang masuk lewat pintu depan,” kata Samsidi mengelak.

Terdakwa terakhir, Jimandiyanto, dihadapan majelis hakim juga mengelak sebagai pengagas acara dan rumahnya sebagai tempat rapat konsolidasi. Jiman mengaku pengagas acara adalah Tugimo, saksi.

“Saya sudah menolak, tapi Pak Tugimo bilang tidak bakal ada masalah,” ujarnya.

Sidang kasus inipun bakal dilanjutkan Senin depan dengan agenda tuntutan dan dilanjutkan pledoi. Sementara pengacara tiga terdakwa, Budi Sularyono, optimis klienya tidak terbukti bersalah melanggar netralitas PNS.

“Keterangan saksi dan kronologis kejadian berbeda, ini menjadi bukti klien kami tidak bersalah,” tandasnya.

 

Pemeriksaan terdakwa Kades Bendo, Samsidi, dalam sidang lanjutan kasus pelanggaran Pemilu di Pengadilan Negeri Boyolali

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge