0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sebut 15.000 Surat Suara Tercoblos, Relawan Aman-To Minta KPU Tanggung Jawab

timlo.net/agung widodo
Tim Media Center Sukarelawan Agus Aman To bertemu dengan KPU Sragen, Jumat (18/12). (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Tim Media Center Sukarelawan Agus Fatchur Rahman-Djoko Suprapto (Aman To), mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen, Jumat (18/12). Mereka ingin mempertanyakan kebenaran akun facebook milik Dwi Aprianto Karuniawan yang dinilai memfitnah KPU. Kalau yang ditulis dalam facebook tersebut benar maka Aman To adalah pihak yang paling dirugikan.

“Akun facebook itu sngat meresahkan para pemilih Aman To yang jumlahnya lebih dari 204.000. Lantas apa yang akan diperbuat KPU? Apa cukup dengan permintaan maaf dari si pemilik akun, kemudian selesai,” kata Ketua Media Center Sukarelawan Aman To, Ikhwanushofa saat bertemu dengan Ketua KPU Sragen, Ngatmin Abbas, Jumat (18/12).

Ikhwan yang didampingi Sembilan relawan Aman To lainnya meminta KPU bertanggung jawab dan bisa membuktikan, bahwa apa yang ditulis dalam akun Dwi Aprianto tersebut tidak benar. Apalagi Dwi dalam pernyataannya di media massa juga mengaku memiliki bukti konkret adanya 15.000 surat suara yang tercoblos.

“Ternyata KPU ada yang mengatakan pencoblosan 15.000 surat suara di media sosial. Katanya punya bukti. Apabila benar, maka ini merupakan kejahatan luar biasa. Pasti ada yang bersalah dalam hal ini, baik KPU atau Dwi,” tandas Ikhwan.

Sementara Ketua KPU Sragen, Ngatmin Abbas menyatakan akan melakukan rapat pleno terlebih dahulu dengan komisioner lainnya dan sekretariatan, untuk menetukan langkah berikutnya. Termasuk kemungkinan menempuh jalur hukum.

“Harus pleno dulu. Kami tidak bisa mengambil keputusan pribadi. Kami juga akan minta keterangan pihak kesekretariatan seperti yang dituduhkan itu,” kata Ngatmin didampingi komisioner KPU, Dodok Sartono.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge