0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tak Terpakai, Rumah Dinas Sekda Solo Diusulkan Untuk Tampung ADHA

dok.timlo.net/red
ilustrasi (dok.timlo.net/red)

Solo – Sejumlah bangunan pemerintah diusulkan sebagai tempat penampungan sembilan anak dengan HIV/AIDS (ADHA). Bangunan yang diusulkan antaralain bekas Puskesmas Stabelan, rumah singgah milik Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Pemberdayaan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas PP PA & KB) serta rumah dinas Sekda.

“Kalau bekas Puskesmas Stabelan itu bangunannya tidak layak. Tidak menjamin keamanan bangunan. Kalau yang lebih mudah dan siap itu tempat (rumah singgah) yang biasanya dipakai untuk korban KDRT milik Bapermas di Pajang. Itu kan tidak dipakai, kosong,” kata anggota Komisi IV DPRD Solo, Reny Widyawati usai audiensi dengan Rumah Singgah Lentera dan LSM Mitra Alam

Opsi rumah penampungan ADHA menjadi pembahasan dalam audiensi Rumah Singgah Lentera, LSM Mitra Alam dengan Komisi IV DPRD Solo, Jumat (18/12). Hadir pula stakeholder terkait seperti Bapermas PP PA & KB, Dinas Kesehatan Kota (DKK) dan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans).

Sebelumnya, Pemkot sempat mengusulkan bekas Puskesmas Stabelan sebagai lokasi penampungan ADHA. Rumah penampungan itu untuk menampung sembilan ADHA yang saat ini masih ditampung di Rumah Singgah Lentera.

Menurut Reny, rumah singgah Bapermas lebih layak dibanding Puskesmas Stabelan. Terlebih, setiap tahun Pemkot sudah menganggarkan biaya perawatan rumah singgah Bapermas. Bangunan itu hanya digunakan untuk kegiatan pelatihan di waktu-waktu tertentu.

Selain rumah singgah Bapermas, Reny juga mengusulkan rumah dinas Sekda sebagai lokasi penampungan ADHA. Alasannya, rumah dinas Sekda di Karangasem selama ini kosong dan tidak ditempati.

“Kalau Pj (Penjabat Walikota) memerintahkan kan tidak masalah. Daripada tidak terpakai. Setiap tahun anggaran pemeliharaannya saja Rp 100 juta. Halamannya juga luas,” ujar legislator Partai Demokrat ini.

Pendapat berbeda disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti. Menurut Hartanti, bekas Puskesmas Stabelan lebih layak untuk dijadikan penampungan ADHA. Soal kelayakan bangunan, hal itu perlu dilakukan pengecekan ke lapangan.

“Kalau di rumah singgah Bapermas, kalau nanti ada korban KDTR mau ditaruh dimana? menurut saya sudah bagus solusinya di Stabelan karena benar-benar kosong. Kalau disampaikan tidak layak ya kita kroscek dulu. Kalau Bu Etty (Etty Retnowati, Kepala Dikpora – Red) ngomong tidak layak karena mau digunakan untuk parkir. Makanya kita koscek dulu. Kalau dari hasil di lapangan memang tidak layak baru kita cari bangunan lain,” ujar dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge