0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemekaran Desa Ngringo Tuai Pro dan Kontra

timlo.net/nanang rahadian
Kades Ngringo, Sardiman (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Rencana Pemerintah Kabupaten Karanganyar melakukan pemekaran Desa Ngringo, Jaten menuai pro dan kontra. Meski tidak secara terang-terangan namun sejumlah warga telah menyatakan menolak rencana tersebut. Aroma penolakan dari tingkat bawah membuat pemerintah desa setempat khawatir bakal muncul gejolak.

“Sampai saat ini belum ada sosialisasi (terkait pemekaran–red). Lagipula masalah itu cukup sensitif,” kata Kepala Desa Ngringo, Sardiman, Jumat (18/12).

Sardiman mengatakan tidak sedikit sikap penolakan tersebut disampaikan oknum warga melalui pesan singkat di ponsel kades. Sardiman juga memaknai pesan itu sebagai intimidasi terhadap dirinya.

“Ada yang bilang kades tidak bertanggung jawab. Sudah dipilih malah melepaskan wilayah yang dulu memenangkannya waktu Pilkades,” kata Sardiman.

Pemkab Karanganyar belum banyak menginformasikan perihal pemekaran ke Pemdes. Namun pada prinsipnya, ia mendukung rencana pemekaran Desa Ngringo yang telah lama dibahas. Bahkan persiapannya mulai dilakukan dengan tata administrasi di Bagian Pemerintahan Desa Setda Karanganyar.

“Kami diminta menyerahkan profil Desa Ngringo yang terdiri delapan kebayanan. Meliputi jumlah penduduk, luas wilayah, demografi dan sebagainya. Kemungkinan Desa Ngringo akan dipecah menjadi tiga. Yakni Ngringo 1, 2 dan 3,” katanya.

Sementara itu, Bupati Juliyatmono mengatakan, Pemkab tengah mematangkan konsep pemekaran Desa Ngringo menjadi tiga desa. Modal pembangunan di wilayah baru merupakan salah satu materi pembahasannya, meliputi Bantuan Keuangan, Dana Desa, Alokasi Dana Desa dan bagi hasil keuangan.

“Dana Desa paling besar diterima Ngringo. Nanti akan dibagi sesuai porsi di wilayah pemekaran. Pematangan konsep dilakukan tahun 2016,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge