0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tipu Suplier dengan Bilyet Giro Kosong, Hengky Dibekuk

dok.timlo.net/achmad khalik
Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Saprodin (kiri) bersama Kasubag Humas Polresta Solo AKP Yuliantara P (kanan) menunjukkan bukti bilyet giro kosong yanh dimiliki tersangka Hengky Dwi Kurniawan (tengah) (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Hengky Dwi Kurniawan (42), warga Busukan, Mojosongo, Jebres, Solo dicokok aparat kepolisian lantaran menggelapkan uang hingga mencapai miliaran rupiah. Bukan kali pertama aksi ini dilakukan, melainkan telah mencapai dua tahun lamanya.

Informasi yang dihimpun, dalam aksinya, tersangka berpenampilan necis alias meyakinkan supaya calon korban percaya bahwa dirinya memang pengusaha sukses. Hingga akhirnya, tersangka melakukan order pembelian sejumlah obat-obatan untuk dijual di apotek. Setelah berhasil menerima barang orderan, tersangka akhirnya menjual barang-barang tersebut. Namun, kewajiban untuk membayar barang orderan dari pihak suplier barang tidak dia laksanakan hingga selama dua tahun.

“Sebenarnya ini sudah lama, tapi pihak suplier obat hanya diberi janji janji saja oleh tersangka untuk mengulur waktu pembayaran,” kata Kasat Reskrim Polresta Solo Kompol Saprodin mewakili Kapolresta Kombes Pol Ahmad Luthfi, Jumat (18/12).

Kasat mengaku, pihak suplier obat sempat merasa senang lantaran diberi bilyet giro untuk melunasi hutang tersangka yang mencapai hingga Rp 1 miliar lebih. Namun, saat hendak diuangkan ke sebuah bank, petugas bank itu mengatakan bahwa bilyet giro yang diberikan kosong alias tidak ada nominal uangnya. Merasa dipermainkan pihak penyuplai akhirnya memperkarakan kasus tersebut.

“Indikasinya penipuan. Barang sudah diterima, namun tersangka tidak membayar kewajibannya. Bahkan, berani memberikan bilyet giro kosong,” jelas Kasat.

Setelah mendapat laporan tersebut, polisi langsung bergerak dan mencokok tersangka dirumahnya tanpa perlawanan.

Dari pengakuan tersangka, dirinya nekat memberikan bilyet giro kosong lantaran sudah kehabisan akal untuk memberikan janji kepada pihak suplier. Disamping itu, barang yang selama ini diputar untuk dijual juga belum mendapat pembayaran.

“Jadi kayak semacam macet. Barang saya putar (jual) ke apotek tapi uangnya juga belum saya terima nunggu sampai laku juga,” dalih tersangka.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat pasal 378 tentang Penipuan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge