0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ojek Online Dilarang, YLKI Sebut Tidak Adil

merdeka.com
Go-Jek (merdeka.com)

Timlo.net – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyayangkan keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang melarang operasional ojek dan taksi online. Menurut Ketua YLKI Tulus Abadi, justru jangan ojek online saja yang dilarang, melainkan juga ojek konvensional.

“SK Kemenhub hanya untuk ojek online. Tapi ini justru tidak adil,” katanya, Jumat (18/12).

Kendati begitu, kata dia, dalam rilisnya secara normatif apa yang dilakukan Kemenhub memang benar adanya, karena memang secara regulasi sepeda motor tidak memenuhi spesifikasi teknis sebagai angkutan umum manusia, dan tidak pula memenuhi standar keselamatan (unsafety). Dalam konteks ini, larangan Kemenhub bisa diapresiasi.

“Tetapi, larangan ini sudah sangat terlambat, karena kini ojek sudah tumbuh subur, bak cendawan di musim hujan. Bukan hanya ojek pangkalan, tetapi justru yang menjadi fenomena adalah ojek yang berbasis aplikasi,” tuturnya.

“Di sisi lain, tumbuh suburnya sepeda motor dan ojek, adalah karena kegagalan pemerintah dalam menyediakan angkutan umum yang layak dan terjangkau. Walaupun, ketika sepeda motor sudah menjadi wabah, dampaknya justru turut mematikan angkutan umum resmi,” imbuh dia.

Maka dari itu, pihaknya menilai jika Kemenhub tidak bisa serta merta melarang keberadaan ojek, jikalau pemerintah belum mampu menyediakan akses angkutan umum. Sementara angkutan umum yang ada pun tidak aman dan selamat juga hal ini seperti kasus metromini, dan lain sebagainya.

“Apalagi untuk kota Jakarta yang kian terpenjara oleh kemacetan. Oleh karena itu, YLKI mendesak Kemenhub dan pemerintah daerah, untuk segera memperbaiki pelayanan angkutan umum. Sebab, sebagai public services, adalah tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan angkutan umum. Jangan hanya bisa melarang tetapi tidak mampu memberikan solusi,” terangnya.

[bbo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge