0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pakar Budaya UNS: Sekaten Harus di Alun-Alun

Pakar budaya UNS, Tunjung W Sutirto (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo – Pakar Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) Tunjung W Sutirto menyatakan, jangan memaknai acara budaya Sekaten dari sisi hiburan. Tetapi nilai dan norma Sekaten itu sendiri harus religius.

“Justru hiburan yang ada di Sekaten itu ditiadakan,” ujar Tunjung yang juga pengajar Fakultas Ilmu Budaya UNS saat diminta komentarnya tentang pelaksanaan acara Sekaten sekarang ini, di Rektorat UNS, Solo, Jumat (18/12).

Tunjung yang juga sejarahwan mengatakan, Sekaten merupakan acara tradisi yang memanfaatkan lokasi alun-alun. Karena memanfaatkan alun-alun sebagai satu bagian inti dari landscape budaya keraton. Kalau Sekaten digelar di luar landscape berarti tidak sesuai dengan apa yang menjadi tradisi keraton selama ini

“Karena di alun-alun itu, dulu raja ingin keluar menemui kawulanya (rakyatnya) dan ada siar di Masjid Agung dan sebagainya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, jika Sekaten di luar konteks alun-alun maka akan ada satu redefinisi tentang hubungan antara keraton dengan alun-alun. “Sehingga hal itu perlu menjadi keprihatinan,” ujarnya.

Baginya yang penting, apabila ada hiburan di Sekaten kemudian dikurangi tata tradisinya, maka hiburan itu yang harus ditiadakan, dan bagaimana religius menghadirkan kawulo secara banyak dalam satu acara memperingati kelahiran Rosul. “Dan Sekaten harus bertempat di alun-alun berdekatan dengan Masjid Agung,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge