0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Berada di Dua Lokasi, Perayaan Muludan Sepi Pengunjung

Warga berebut Janur di Halaman Masjid Agung Solo (timlo.net/heru murdhani)

Solo – Gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari mulai diperdengarkan di halaman Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta. Bunyi gending dalam tata upacara adat Ungeling Gamelan Sekaten ini sebagai pembukaan rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, acara yang digelar Kamis (17/12) terlihat sepi dari pengunjung.

“Sepi Mas, tidak seperti biasanya,” ungkap Rubinem, salah seorang pengunjung yang hadir dalam perayaan tersebut.

Dirinya mengatakan setiap tahun berkunjung ke acara ini untuk berebut janur yang menjadi hiasan di Bangsal tempat gamelan di tabuh. Biasanya, untuk berebut janur harus berdesakan dengan warga lain, sehingga membutuhkan perjuangan untuk mendapatkan beberapa helai janur. Tetapi tahun ini tidak perlu usaha keras, Rubinem bisa membawa pulang janur tersebut.

Pernyataan yang sama juga keluar dari mulut Sri Suratmi. Pedagang sirih dan telur asin yang biasa berjualan setiap tahun di acara tersebut mengaku turunnya jumlah pengunjung berakibat langsung terhadap penghasilannya. Dia mengatakan jika tahun-tahun kemarin dalam sehari bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 500 ribu namun kali ini bisa turun hingga separuhnya.

Sepinya pengunjung, menurut Wakil Pengageng Sasana Wilapa, Kanjeng Pangeran (KP) Winarno Kusumo, disebabkan karena acara yang digelar tidak terpusat di satu kawasan. Biasanya, kata dia upacara Ungeling Gamelan Sekaten ini dibarengi dengan acara maleman Sekaten yang berlangsung di alun-alun utara. Hal ini menyebabkan suasana lebih meriah dan banyak pengunjung. Tetapi lantaran kawasan alun-alun utara digunakan sebagai pasar darurat, lokasi sekaten jadi dipindahkan.

“Ya kita maklum dengan ini. Karena memang lokasinya tidak terpusat, semoga tahun-tahun kedepan bisa jadi satu lagi, sehingga bisa ramai, pedagang juga laris, dan berjalan baik-baik semuanya,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge