0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Wagino Cs Mulai Disidangkan

timlo.net/nanin
Sidang perdana pelanggaran netralitas PNS yang melibatkan Camat Nogosari Wagino (korpri), Kades Bendo Samsidi (batik) dan PNS Jiman, mulai digelar di PN Boyolali (timlo.net/nanin)

Boyolali — Sidang perdana kasus pelanggaran netralitas PNS dalam Pilkada, mulai digelar di Pengadilan Negeri Boyolali, Kamis (17/12). Tiga terdakwa, Camat Nogosari, Wagino, Kades Bendo Samsidi dan Penilik Sekolah dan Kepala Desa, Jimandiyanto, hadir dalam persidangan yang diketuai Majelis Hakim Galih Dewi Inanti.

”Ketiga terdakwa dijerat dengan Pasal 71 jo Pasal 188 UU 8/2015 tentang pejabat negara, pejabat ASN, dan kepala desa/lurah melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan pasangan calon selama masa kampanye. Ancaman pidana dalam pasal tersebut yakni 1-6 bulan penjara dan atau denda Rp 600 ribu-6 juta,” ungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU), Muhandas.

Setelah pembacaan dakwaan, dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi. Semestinya ada 11 saksi yang dihadirkan, namun tiga saksi tidak hadir. Saksi tersebut antara lain cabup Agus Purmanto dan dua saksi ahli dari bagian hukum Setda Boyolali.

Sementara saksi Tugimo, membantah isi Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) dari penyidik yang dibacakan oleh hakim. Namun, setelah majelis hakim menunjukkan tanda tangan saksi, Tugimo mengakui tanda tangan tersebut namun tetap membantah kesaksian lainnya.

“Saya tidak baca semua BAP, saya sudah capek dan hanya membaca sebagian, setelah itu saya tandatangani,” elaknya.

Pernyataan diungkapkan saksi Taryono, anggota Panwaslu. Dalam pemeriksaan terhadap terdakwa Wagino, terdakwa datang ke rumah kades Bendo karena masih bersaudara. Sementara, keterangan Tugimo, mengatakan terdakwa Wagino, hadir dalam acara tersebut.

Ketua Panwaslu Boyolali, Narko Nugroho, mengungkapkan tidak mempermasalahkan pendeknya ancaman hukuman. Namun, dengan kasus Wagino cs yang bisa dibawa ke ranah hukum pidana ini, diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi aparat negara untuk tidak berpolitik.

“Ini pelajaran dan aib, jangan sampai terjadi di pilkada mendatang,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge