0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kopral Bagyo Terima Penghargaan “Pelaku Sejarah”

dok.timlo.net/achmad khalik
Kopral Bagyo menerima penghargaan dari Kepala Staf TNI Angkatan Laut (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Kopral Kepala (Kopka) Partika Subagyo Lelono menerima sertifikat penghargaan sebagai “Pelaku Sejarah” dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal). Pria yang dikenal kuat dan berotot di kalangan Denpom IV/4 Solo ini dinilai telah menyuarakan serta membela pahlawan Usman-Harun dalam aksi tunggal bertema “Usman-Harun Pahlawan NKRI. NKRI Harga Mati. Cinta NKRI, Jangan Tercerai Berai karena Partai” di kawasan Stadion Manahan pada awal tahun 2014 silam.

“Penghargaan diberikan langsung oleh KASAL, Laksamana TNI Ade Supandi di Jakarta pada 15 Desember kemarin,” kata pria yang akrab disapa Kopral Bagyo, Kamis (17/12) siang.

Kopral Bagyo, merupakan anggota TNI di luar korps Angkatan Laut yang menerima penghargaan tersebut. Dirinya merasa bangga, lantaran mampu ikut serta dalam mengharumkan nama Indonesia dengan cara membela para pahlawan yang telah gugur.

“Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya mengajak masyarakat Indonesia untuk membela pahlawan yang telah mempertaruhkan harta dan nyawa untuk kemerdekaan kita semua,” tegas Kopral Bagyo.

Dalam aksi membela Usman-Harun, kata Bagyo, anggota polisi militer ini membawa sebuah bendera Merah-Putih ditangan kanan. Sedangkan tangan kirinya membawa sebuah poster bertuliskan “Usman-Harun Pahlawan NKRI. NKRI Harga Mati. Cinta NKRI, Jangan Tercerai Berai karena Partai”.

Dirinya mengusung aksi ini lantaran waktu itu timbul ketegangan antara negara Indonesia dengan Singapura terkait penamaan kapal perang baru RI yang akan tiba dari pabriknya di Inggris pada tahun 2014. Penamaan kapal perang Usman-Harun mematik reaksi dari negeri Singa Putih lantaran kedua orang yang dianggap pahlawan oleh Bangsa Indonesia telah melakukan pengeboman dinegara tersebut.

“Bagi kita bangsa Indonesia, mereka (Usman-Harun) adalah pahlawan yang rela mengorbankan jiwa raganya untuk bangsa dan negara,” katanya.

Selain mendapat surat penghargaan, pria yang dikenal sebagai pemecah rekor MURIi push up terlama, yakni 21 jam 45 menit sebanyak 9260 kali ini juga mendapat cinderamata berupa miniatur pedang laksamana yang merupakan simbol kekuatan kemaritiman Indonesia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge