0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lingkungan Kampus Harus Ramah Difabel

dok.timlo.net/tyo eka
Seminar Naasional Pengembangan Aktivitas Seni dan Olahraga Adaptif Bagi Anak Berkebutuhan Khusus, di Kampus FKIP UNS Solo, Kamis (17/12) (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Tingkat kepedulian terhadap pendidikan khusus di perguruan tinggi masih jauh dari harapan. Untuk itu, Pemerintah sudah merencanakan mereview peraturan hukum yang berkaitan dengan penyediaan sarana, prasarana, dan fasilitas di perguruan tinggi yang harus didapatkan para mahasiswa berkebutuhan khusus.

“Harus ada aturan yang tidak sekadar mengimbau, melainkan mengatur tindakan yang lebih agresif,” jelas Deputi Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Ridwan Roy Tutopoho saat berbicara pada Seminar Nasional Pengembangan Aktivitas Seni dan Olahraga Adaptif Bagi Anak Berkebutuhan Khusus, di Kampus FKIP UNS Solo, Kamis (17/12).

Ridwan mengatakan, aturan itu untuk memastikan perguruan tinggi bisa menyediakan sarana, prasarana, dan fasilitas yang memadai kepada mahasiswa berkebutuhan khusus. Karena berdasarkan laporan, hingga saat ini masih kerap terjadi diskriminasi di perguruan tinggi terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus.

Seiring dengan itu, kata Ridwan, Kemenristekdikti juga telah menyusun sejumlah program yang mendorong perguruan tinggi-perguruan tinggi menciptakan lingkungan kampus yang ramah difabel. Hal itu termasuk dalam kegiatan akademik, diperlukan standar pendidikan khusus yang dilaksanakan di perguruan tinggi.

Dalam proses pembelajaran, menurutnya, harus ada perlakuan khusus bagi mahasiswa berkebutuhan khusus. Dosen, lanjutnya, tidak mungkin menerapkan metode pembelajaran reguler kepada mahasiswa berkebutuhan khusus.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge