0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

The Fed Naikkan Suku Bunga, Indonesia Untung

dok.merdeka.com
Ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed menaikkan suku bunga acuan menjadi 0,50 persen dari sebelumnya 0,25 persen diklaim membawa dampak positif bagi Indonesia. Bank Indonesia (BI) menyambut baik kebijakan tersebut.

“Suku bunga AS ini juga sangat penting, pasti kita persiapkan diri dengan baik, akan membawa dampak positif terutama bagi perekonomian Indonesia,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas, Kamis (17/12).

Ronald menambahkan, bank sentral sebagai otoritas moneter akan terus memantau dan mengawasi setiap sikap yang diambil oleh The Fed.

“Pastinya pelaku dunia sudah mengantisipasi dan sebagai sinyal keyakinan ekonomi Amerika Serikat, dan pasti kita persiapkan diri,” jelas dia.

Bank Indonesia juga akan terus melakukan pemantauan dan stabilisasi terhadap nilai tukar, memantau perkembangan mekanisme pasar dapat berjalan baik dan melakukan pendalaman pasar. Hal itu dilakukan dalam rangka menopang pasar keuangan Indonesia agar lebih terbiasa dalam menghadapi risiko global.

Menurut Ronald, dengan kondisi pertumbuhan ekonomi dunia yang memang mulai menggeliat, persaingan semakin kuat, maka mau tidak mau Indonesia harus mempercepat pembangunan infrastruktur. Selain itu, Indonesia juga harus mulai meningkatkan kapasitas produksi supaya impor dapat dikurangi dan ekspor bisa membaik.

Seperti diketahui, bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), akhirnya menaikkan suku bunga acuan menjadi 0,50 persen dari sebelumnya 0,25 persen. Kenaikan suku bunga ini pertama kali dalam hampir satu dekade terakhir.

Kenaikan suku bunga menjadi pertanda bahwa bank sentral Amerika percaya kondisi ekonomi AS telah pulih dari krisis keuangan pada 2007-2009 lalu. Naiknya suku bunga ini menutup perdebatan panjang yang sudah dimulai sejak akhir tahun lalu.

“Dengan ekonomi terus membaik, kenaikan suku bunga ini sudah tepat,” ucap Gubernur The Fed, Janet Yellen seperti dikutip Reuters.

Yellen menyebut pemulihan ekonomi AS mulai menunjukkan perbaikan dan perkembangan. Hal ini dapat dilihat dari turunnya angka pengangguran ke level 5 persen sampai tingkat inflasi yang diprediksi sekitar 2 persen.

Bank sentral AS menekankan, kenaikan suku bunga masih akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan indikator-indikator perekonomian AS, salah satunya adalah tingkat inflasi ke depan.

“Prosesnya ini akan berjalan secara bertahap,” ujar Yellen.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge