0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banyak Dikritik, Ini Tanggapan Bupati Juliyatmono

dok.timlo.net/nanang rahadian
Bupati Juliyatmono dan Wabup Rohadi Widodo (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar —  Ketua Forum Karanganyar Rembug (FKR) Hendardi Heru Santoso, menyoroti sejumlah program yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar di bawah kepemimpinan Yuro belum maksimal. Bahkan beberapa di antaranya mandeg.

“Kami mencatat sejumlah proyek penunjang peningkatan kualitas pendidikan gagal lelang. Salah satunya lelang pengadaan alat peraga,” kata Heru.

Namun Heru juga  mengapresiasi kebijakan Pemkab memperbaiki infrastruktur. Tetapi, kebijakan itu dilakukan pilih-pilih. Heru melihat jalan perbatasan kabupaten lain belum tersentuh. Heru juga mengingatkan pelaksanaan salah satu program unggulan, yakni menciptakan 10.000 wirausaha.

“Kami merespon baik. Cuma, catatan gagal lelang dan sejumlah kasus ditangani penegak hukum melibatkan pejabat menandakan pengawasan lemah. Mestinya evaluasi perencanaan dan panitia lelang. Realisasi program dan janji kampanye,” kata Heru saat dihubungi, Selasa (15/12).

Dia juga kesal melihat budaya pelaksanaan kegiatan dikebut pada akhir tahun. Heru menilai tindakan itu terlalu memaksakan dan tidak peduli kualitas pekerjaan. Menurutnya, Bupati harus turun tangan membuat perencanaan matang dan memantau pekerjaan supaya tidak asal-asalan.

Sementara itu, Bupati  Juliyatmono mengapresiasi kritik dan masukan yang disampaikan. Juliyatmono membeberkan fokus pekerjaan yang akan dilakukan pada tahun ketiga. Pemkab akan meningkatkan pertumbuhan pelaku usaha di semua sektor. Dia melihat peran swasta dan pelaku usaha besar untuk mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.

“Fokus kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan memberdayakan pemuda melalui usaha di bidang pangan, pertanian, dan potensi lain. Perlu dirumuskan yang matang. Harapannya muncul simpul ekonomi baru yang handal dan kompeten,” ujar Juliyatmono.

Juliyatmono menangkap peluang yang lahir dari keberadaan sejumlah obyek wisata di Karanganyar. Sejumlah objek menjadi magnet pengunjung dari luar kota. Kondisi itu apabila ditangkap dengan tepat akan mendongkrak ekonomi masyarakat.

“Pelatihan dan alat penting. Kuliner harus diangkat. Flyover, dana desa, dan peluang lain untuk menunjang pertumbuhan ekonomi. Peran swasta dan pelaku usaha besar. Maka harus didorong fokus peningkatan pelaku usaha di semua sektor. Buka wilayah industri, pertanian, dan wisata itu masih relevan,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge