0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

OJK Kuatir Tingginya NPL Pada BPR Berdampak Kinerja Perbankan

Kepala OJK Solo, Triyoga Laksito saat memberikan sambutan dalam acara Edukasi dan Sosialisasi kepada wartawan di Soloraya (timlo.net/setyo puji s)

Solo – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo kuatir dengan tingginya angka kredit macet pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Soloraya. Untuk mengantisipasi hal tersebut pengelola BPR/BPRS diminta untuk membuat rencana kerja serta laporan ke OJK.

“Sudah ada beberapa pengelola BPR/BPRS yang kita panggil ke kantor. Karena kita kuatir jika kondisi ini dibiarkan akan berdampak kepada kinerja perbankan,” ujar Kepala OJK Solo Triyoga Laksito usai acara Edukasi dan Sosialisasi kepada wartawan di Soloraya, Rabu (16/12).

Dikatakanya, tingginya kredit macet atau non performing loan (NPL) pada BPR/BPRS yang terjadi saat ini tidak terlepas dari lesunya kondisi ekonomi di 2015. Terlebih mitigasi resiko dalam pemberian kredit kurang maksimal serta kurangnya monitoring dalam penagihan.

“Oleh karena itu dengan adanya laporan serta action plan itu kita ingin melihat sejauh mana mereka ingin memperbaiki keuangan. Jika memang ada yang kurang maksimal tentu akan kita berikan beberapa masukan,” jelasnya.

Ia menyampaikan, dari data yang masuk ke OJK hingga Oktober 2015, ada 23 BPR yang NPL nya mencapai lebih dari 10 persen, 21 BPR NPL 5-10 persen, 30 BPR kurang dari 5 persen. Sementara pada lima BPR Syariah lebih dari 10 persen.

“Dengan terus adanya evaluasi ini kita berharap kondisi BPR/BPRS di Soloraya bisa lebih baik pada kinerja untuk tahun depan,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge