0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ngebet Jadi Sopir, Sumanta Gunakan SIM Palsu

Sumanta, pelaku pemalsuan B1 saat gelar perkara di Mapolres Klaten (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Tertangkap basah menggunakan SIM palsu, Sumanta (27), warga Dusun Gumbeng, Desa Giripuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul, harus berurusan dengan Polisi. Dari tangan tersangka, petugas menyita sebuah Sim B1 palsu sebagai barang bukti.

“Terungkapnya kasus ini ketika tersangka mengendarai mobil boks bernopol AB 9143 VB melintas di Jalan Bypass Klaten karena melanggar marka,” kata Kasat reskrim Polres Klaten, AKP Farial Mandalanta Ginting, Rabu (16/12).

Dari pemeriksaan anggota Satlantas, ternyata material fisik Sim B1 milik tersangka lebih tipis dan lentur dibanding SIM asli, serta tidak memiliki gambar hologram. Bahkan latar belakang foto tidak berwarna biru seperti yang dikeluarkan Polri.

Sementara di hadapan awak media, tersangka membeli SIM palsu itu dari Ar, warga Yogyakarta, setahun yang lalu. Dia ditawari sebuah pekerjaan, tetapi dengan syarat harus memiliki SIM B1. Setelah menyerahkan pas foto 3×4, dia mendapat SIM dengan nama palsu, M. Indra Prasmanto.

“Saya ketemu Ar di Angkringan. Katanya harga SIM asli sekitar Rp 3 Juta, dan saya hanya disuruh bayar Rp 2,2 Juta untuk melengkapi syarat melamar kerja. Setelah tahu bentuknya, memang sempat curiga, tapi saya kan tidak menggunakannya untuk berbuat kejahatan,” kata Sumanta.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam hukuman kurungan penjara selama tiga tahun karena melanggar pasal 263 (2) KUHP, tentang penggunaan surat palsu.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge