0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tiap Rapat, SKPD Boyolali Wajib Hidangkan Pangan Lokal

Pameran pangan lokal menuju swasembada pangan di Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Kabupaten Boyolali terus mengalakan potensi pangan lokal. Salah satunya dengan menggelar pameran pangan lokal di Kantor Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan. Berbagai produk makanan olahan berbahan pangan lokal disajikan dalam pameran tersebut.

Berbagai olahan produk pangan lokal berbahan jagung, ketela, pisang dan umbi-umbian dari 19 kecamatan di Boyolali dipamerkan. Mulai dari nasi jagung, gethuk hingga jadah talas. Hasilnya, semua sajian makanan lokal tersebut habis diserbu pengunjung.

“Tahun depan, pangan lokal menjadi prioritas, nantinya setiap acara di SKPD wajib menghidangkan pangan lokal,” kata Pj Bupati Boyolali, Sri Ardiningsih, Rabu (16/12).

Untuk itu, Pj Bupati meminta SKPD-SKPD yang diundang mencatat nomer telepon kelompok wanita tani (KWT), untuk memudahkan pesanan besoknya. Salah satu KWT yang ikut dalam ajang tersebut adalah KWT Maju Mulyo asal Desa Penggung, Kecamatan Boyolali Kota. Ketua KWT Maju Mulyo, Pariyani, mengatakan semua produk makanan yang diolah berbahan lokal. Seperti keripik pare, waluh, pisang, sukun, daun singkong, dan lainnya.

“Pemasaran sudah sampai luar Boyolali, ada 11 produk makanan yang sudah kita buat,” ujar Pariyani.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Boyolali, Juwaris, mengungkapkan, selama ini kelompok tani wanita terkendala permodalan. Sehingga potensi pangan lokal belum sepenuhnya terkelola dengan baik.

“Ke depan, kita harapkan pangan lokal bisa membudaya di masyarakat,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge